Ribuan ijazah SMK Kota Bekasi tertahan, tunggakan capai Rp80 miliar
Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mencatat sebanyak 20.944 ijazah SMK di Kota Bekasi hingga kini belum terdistribusi kepada siswa.
Elshinta.com - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mencatat sebanyak 20.944 ijazah SMK di Kota Bekasi hingga kini belum terdistribusi kepada siswa.
Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, mengatakan angka tersebut mewakili 94,26% dari total ijazah yang masih tertahan di sekolah.
"Tunggakan pembayaran yang menjadi penyebab penahanan ijazah ini mencapai Rp80.524.450.000," kata Ayung seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Selasa (4/2).
Ia menjelaskan penumpukan tunggakan ini terjadi sejak berdirinya sekolah masing-masing sekolah SMK Swasta di Kota Bekasi.
"Bukan karena siswa miskin. Bahkan ada siswa miskin sudah mendapatkan keringanan bahkan pembebasan biaya. Persoalannya mereka yang tidak komitmen," tegasnya.
Ia menyebut, sekolah memberikan kebijakan fleksibel dan membuat perjanjian pembayaran, namun hal ini mengakibatkan penumpukan tunggakan setiap tahunnya.
"Kebijakan sekolah yang lunak ini, berdampak pada terganggunya operasional sekolah. Ditambah dengan pernyataan Gubernur terpilih yang meminta ijazah dibagikan gratis pun menimbulkan masalah baru," ungkap Ayung.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BMPS tengah berupaya membuat MOU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pendistribusian anggaran bantuan tunggakan siswa.
"Sekolah tidak pernah menghalangi siswa yang membutuhkan ijazah untuk keperluan pekerjaan. Ketika mereka meminta fotocopy, pasti kami berikan," terangnya.
Ia berharap pemerintah memberikan solusi yang komprehensif untuk mengatasi permasalahan ini dengan menjamin keberlangsungan pendidikan di sekolah swasta.
"Perbedaan BOP dan BPMU antara sekolah negeri dan swasta juga menjadi sorotan, yang dinilai perlu dikaji ulang pemerintah," pungkasnya.