Sempat bersengketa, pengurus YPPM Unma kini guyub dan bersatu
Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) yang menaungi Universitas Majalengka (Unma) kini mulai menunjukkan kekompakan dan keharmonisan antar pengurusnya, pasalnya pengurus yayasan sempat diterpa isu tidak sedap yakni masalah sengketa kepengurusannya.
Elshinta.com - Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) yang menaungi Universitas Majalengka (Unma) kini mulai menunjukkan kekompakan dan keharmonisan antar pengurusnya, pasalnya pengurus yayasan sempat diterpa isu tidak sedap yakni masalah sengketa kepengurusannya.
Kekompakan dan keharmonisan kembali terjalin setelah kepemimpinan YPPM dijabat Komjen Pol (Purn) Drs Nanan Soekarna sebagai Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka yang baru.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM), H. Irwan Bola, telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua YPPM Unma yang ia ajukan dalam surat pernyataan tertulis pada 9 September 2025
Irwan bola menyebut, dirinya akan fokus dengan bisnis yang selama ini ia geluti sehingga ia mengundurkan diri dari jabatan ketua dalam waktu yang sangat singkat.
Sementara dalam keterangannya pada media, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka Nanan Soekarna menyebut pengurus YPPM telah bersatu, telah clear, hal itu kata Nanan dapat dibuktikan saat semua pengurus hadir pada pengukuhan Guru Besar Unma, Prof.Dr Sri Ayu Andayani beberapa waktu lalu.
"Terkait yayasan, itu dulu. Sekarang sudah guyub, sudah hadir semua pengurus yayasan ada semua, guyub (bersatu), adapun perbedaan pendapat bisa diselesaikan dengan benar, mari kita sama sama ikut aturan, kita instrospeksi diri. Yayasan harus guyub harus bersatu," tegasnya, Senin (3/2).
Ia menandaskan, sebagai Ketua yayasan, kini ia bertanggung jawab untuk menjaga agar seluruh anggota yayasan bekerja secara efektif dan efisien.
Dalam kesempatan itu, Nanan juga menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr Sri Ayu Andayani. SP, MP, yang telah menorehkan sejarah pertama bagi Universitas Majalengka dengan diraihnya gelar Profesor sebagai guru besar pertama di Universitas Majalengka.
'Pencapaian ini tentunya merupakan sebuah kebanggaan baru untuk Universitas Majalengka, dari Yayasan maupun dari kampus Unma, bahwa kita punya guru besar pertama dalam sejarah,” pungkasnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Kamis (6/2).