Mendiktisaintek tekankan pendidikan kedokteran berkualitas dan relevan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menekankan pendidikan kedokteran yang berkualitas dan relevan diperlukan sebagai solusi atas tantangan bangsa. Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) XXXII yang dilaksanakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (13/2).

Update: 2025-02-14 13:03 GMT
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro. (ANTARA/HO-Kemdiktisaintek)

Elshinta.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menekankan pendidikan kedokteran yang berkualitas dan relevan diperlukan sebagai solusi atas tantangan bangsa. Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) XXXII yang dilaksanakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (13/2).

"Pendidikan kedokteran yang berkualitas dan relevan mutlak diperlukan sebagai solusi atas tantangan strategis bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas dan Indonesia Sehat," kata Mendiktisaintek melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Mendiktisaintek Satryo menjelaskan pendidikan kedokteran harus berorientasi pada peningkatan akses, mutu, relevansi, dan dampak yang dirasakan masyarakat. Hal tersebut, kata dia, merupakan bagian dari langkah strategis AstaCita Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka membangun negeri.

Untuk itu Mendiktisaintek mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), meliputi seleksi penerimaan peserta didik dokter spesialis dan subspesialis dari fakultas kedokteran.

"Ini kami lakukan sebagai simbol sinergitas Kemdiktisaintek dan kemenkes. Selain target Indonesia Emas, saya juga ingin menambahkan target baru yaitu Indonesia Sehat 2045," ujarnya.

Mendiktisaintek Satryo mengingatkan Indonesia kini sedang menghadapi tantangan strategis baru berupa perubahan iklim, perlambatan ekonomi global, terbatasnya waktu bonus demografi, disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, serta ancaman pandemi baru. Ia juga menekankan di antara ribuan jenis pekerja yang ada saat ini, hanya pekerjaan dokter yang tidak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI).

"Namun, dokter yang tidak menggunakan AI bisa jadi akan tergantikan oleh dokter yang menggunakan AI," ucapnya.

Oleh karena itu Mendiktisaintek Satryo berpesan  sinergi sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang mumpuni dibutuhkan dalam pelaksanaan peta jalan menuju Indonesia Sehat 2045, yang dimulai dari optimalisasi upaya preventif kesehatan masyarakat.

Tags:    

Similar News