Satu korban hanyut di DAS Kaligung belum ditemukan
Hari kedua pencarian terhadap korban yang hanyut di aliran Sungai Kaligung berlangsung dengan intensif.
Elshinta.com - Hari kedua pencarian terhadap korban yang hanyut di aliran Sungai Kaligung berlangsung dengan intensif. Petugas gabungan yang terdiri dari Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Pemalang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Tegal, serta puluhan relawan, kembali dikerahkan untuk mencari keberadaan korban yang dilaporkan hilang pada hari pertama pencarian. Korban diketahui bernama Riya Mizard Faik Ilman (15), warga Desa Demangaran Rt 03 Rw 01 Kabupaten Tegal.
Pencarian dimulai sejak pagi hari, dengan petugas dibagi menjadi beberapa tim yang masing-masing bertugas di titik-titik strategis sepanjang aliran sungai. Tim Basarnas, yang memiliki pengalaman dalam operasi pencarian dan penyelamatan, menerapkan berbagai metode, mulai dari penyelaman di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban jatuh, hingga penggunaan perahu karet untuk menyusuri aliran sungai.
Kepala Ops. SAR Handika dalam keterangannya menyatakan bahwa kondisi sungai saat ini masih cukup berbahaya karena curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di wilayah selatan. Hal ini menyebabkan arus sungai menjadi deras, yang menyulitkan proses pencarian. Meskipun demikian, pihaknya tetap optimistis dan berkomitmen untuk melakukan pencarian secara maksimal dengan harapan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Sementara itu, BPBD Kota dan Kabupaten Tegal, Relawan Gemah Pala, Relawan PMI, dan yang lainnya juga menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan logistik dan medik kepada tim pencari. Beberapa petugas dilibatkan untuk menjaga keamanan area pencarian dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan lanjutan di lokasi yang berbahaya. Selain itu, relawan yang turut serta dalam pencarian menunjukkan semangat yang tinggi, meskipun mereka juga diingatkan untuk selalu menjaga keselamatan diri saat berada di lokasi yang rawan.
Warga sekitar juga berperan aktif dalam upaya pencarian. Mereka memberikan informasi terkini mengenai kondisi sungai dan lokasi-lokasi yang mungkin menjadi titik penemuan korban. Komunikasi yang baik antara petugas, relawan, dan masyarakat setempat diharapkan dapat mempercepat proses pencarian.
Salah satu relawan yang terlibat, Ropi'i, menyatakan bahwa semua pihak berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan korban. "Kami semua berharap agar segera ada kabar baik. Kami terus berdoa dan berusaha semaksimal mungkin," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Jumat (28/2).
Hingga siang hari, pencarian tetap berlanjut dengan harapan yang tinggi. Tim gabungan tetap berusaha keras, dengan harapan dapat memberikan kabar baik kepada keluarga korban yang kini tengah menunggu dengan penuh harap. Sementara itu, pihak keluarga juga tidak henti-hentinya memberikan dukungan moral kepada petugas pencari, berharap agar usaha mereka tidak sia-sia.
Abi Wikdam keluarga dari korban mengatakan, dengan berlanjutnya pencarian yang dilakukan oleh petugas gabungan dan relawan, pihak keluarga berharap korban masih bisa ditemukan.