Puluhan polisi basah kuyup di tengah hujan bagikan takjil untuk warga
Puluhan polisi itu basah kuyup karena diterpa hujan yang mengguyur Semarang pada Jumat sore (7/3/2025). Namun mereka tetap bertahan di pinggiran jalan kawasan Simpang Lima.
Elshinta.com - Puluhan polisi itu basah kuyup karena diterpa hujan yang mengguyur Semarang pada Jumat sore (7/3/2025). Namun mereka tetap bertahan di pinggiran jalan kawasan Simpang Lima.
Bertugas razia? Oo... bukan. Di tiap tangan polisi itu menenteng tas kresek berisi makanan dan minuman. Itulah yang dilakukan Kapolrestabes Semarang Kombes M Syahduddi dan anak buahnya. Mereka membagikan 1.500 takjil buka puasa.
Kombes M Syahduddi bekerja sama dengan Mitra Kamtibmas (Pro 7) membagikan paket takjil itu mulai pukul 17.00 WIB ini kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan berlalu lintas.
Personel Polrestabes Semarang dari berbagai satuan di lingkungan Polrestabes Semarang hadir membantu penyaluran takjil ini, sehingga kegiatan berjalan lancar dan tertib. Baik pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, maupun pengemudi becak disambut dengan paket takjil dan imbauan untuk mematuhi peraturan lalu lintas.
"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya mereka yang berpuasa di bulan suci Ramadan ini," ungkap Syahduddi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (10/3).
"Kami berharap, gerakan kecil berbagi ini dapat membawa keceriaan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa, sekaligus menjadi pengingat untuk mengutamakan keselamatan di jalan raya," tuturnya.
Lokasi penyaluran yang strategis di depan posko lalu lintas Simpang Lima membuat petugas dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Takjil yang dibagikan ini menumbuhkan interaksi positif antara aparat penegak hukum dan masyarakat, sehingga semakin mempererat tali silaturahmi.
Di sisi lain, ia menyebut juga meningkatkan patroli keamanan untuk mencegah berbagai gangguan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan, seperti balapan liar, tawuran, hingga perang sarung yang kerap terjadi di sejumlah titik di Semarang.
“Kami akan terus melakukan patroli di pemukiman, dan lokasi-lokasi yang rawan terjadi gangguan keamanan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aktivitas yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Selain manfaat praktis berupa penyediaan makanan bagi mereka yang berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi simbol persatuan dan bentuk toleransi umat beragama.Upaya bersama antara Polrestabes Semarang dan Mitra Kamtibmas (Pro 7) menyoroti pentingnya inisiatif kolaboratif masyarakat dalam mempromosikan keharmonisan dan kesejahteraan sosial.