Crosser cilik asal Kota Serang, Raziq sabet penghargaan IMI Award
Berawal dari suka melihat tonton balap motor jenis cross di televisi. Raziq asal Kota Serang-Banten sabet penghargaan Ikatan Motor Indonesia Award setelah kiprahnya di ajang dunia balap cross di kelas 65cc.
Elshinta.com - Berawal dari suka melihat tonton balap motor jenis cross di televisi. Raziq asal Kota Serang-Banten sabet penghargaan Ikatan Motor Indonesia Award setelah kiprahnya di ajang dunia balap cross di kelas 65cc.
Kepada awak media Raziq yang baru berusia 11 tahun mengaku sudah mulai menekuni hobi balap sejak usia 7 tahun yang terinspirasi oleh balapan motor yang ia ditontonnya di televisi.
"Saya suka motor cross karena saya waktu kecil sering nonton balapan di TV dan hal itu yang membuat saya tertarik," kata Raziq saat ditemui di acara penghargaan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Banten, Minggu 16 Maret 2025.
Saat ini, Raziq telah menjadi salah satu pembalap muda yang berpotensi di Indonesia. Ia telah mengikuti beberapa kompetisi balap di berbagai daerah, seperti Tulung Agung, Makassar, dan Bandung.
Raziq telah meraih berbagai prestasi, termasuk juara 1 di salah satu kompetisi ajang bergensi kelas 65cc tingkat nasional.
"Latihan saya cukup capek, tapi saya tidak menyerah karena saya ingin menjadi pembalap yang lebih baik," tandas Raziq.
Sementara itu Eka Andi, Ayah Raziq menyampaikan bahwa dukungan keluarga sangat penting dalam mengembangkan hobi dan bakat anak. "Saya hanya mendukung hobi anak selagi hobinya positif," kata Eka seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mamo Erfanto, Senin (17/3).
Eka juga mengakui bahwa awalnya ia khawatir tentang keamanan Raziq saat balap, namun setelah melihat kemampuan dan dedikasi anaknya, ia menjadi lebih percaya diri.
Kemudian menurut Gerry Sena, pelatih Raziq dari sekolah motorcross Inmoss, mengatakan bahwa latihan untuk anak-anak harus lebih fokus pada kesenangan dan kepercayaan diri.
"Nomor satu fun dulu, happy dulu, seneng dulu. Nanti prestasi, kalau teknik benar prestasi akan ikut dengan konsistensi," kata Gerry.
Gerry juga mengatakan bahwa yang paling sulit dalam melatih anak-anak adalah mengambil hati mereka agar mau melakukan jumping. "Kita harus bujuk dia supaya dia percaya diri, supaya dia yakin untuk bisa jumping," kata Gerry.
Menurut Gerry, Raziq memiliki potensi besar untuk menjadi pembalap yang sukses. "Rajik tahun ini akan masuk pertama di 65cc pro. Kebetulan tahun lalu dia runner-up hanya kalah satu poin dari yang nomor satunya orang Jogja," kata Gerry.
Gerry juga mengatakan bahwa agenda utama Raziq tahun ini adalah mengikuti delapan seri kejurnas, dengan seri pertama di Wonosobo pada tanggal 12 April.
Raziq saat ini bersekolah di sekolah yang mendukung kegiatan balapnya. Sekolahnya sering berkoordinasi dengan sekolah balap Raziq untuk memastikan bahwa ia dapat menyeimbangkan kegiatan sekolah dan balap.
Prestasi Raziq telah diakui oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang memberikan penghargaan IMI Award kepadanya. Penghargaan ini merupakan bukti bahwa Raziq telah menjadi salah satu pembalap muda yang berpotensi di Indonesia.