Hujan lebat di Jakarta, OMC dioptimalkan minimalisir banjir
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kejadian hujan lebat pada Minggu (16/3/2025) malam hingga Senin (17/3/2025) dini hari diakibatkan dari aktivitas bibit siklon 91S di Samudra Hindia Barat Daya Banten.
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kejadian hujan lebat pada Minggu (16/3/2025) malam hingga Senin (17/3/2025) dini hari diakibatkan dari aktivitas bibit siklon 91S di Samudra Hindia Barat Daya Banten.
“Pertumbuhan bibit siklon di Samudra Hindia, MJO aktif berada di fase 3 (Maritim Continent) dengan spasial MJO melewati Jawa bagian Barat, anomali OLR negatif, dan masih terdeteksinya monsun Asia, merupakan faktor-faktor pendukung meningkatnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat”, terang Plt. Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, Selasa (18/3/2025).
Budi juga menambahkan terdapat peningkatan Indeks Surge yang signifikan 2 hari yang lalu yang perlu diwaspadai pada hari ini. “Fenomena cold surge (seruakan masa udara dingin dari benua Asia) pada 16 Maret 2025, yang dapat berpengaruh terhadap semakin signifikannya pembentukan awan di wilayah Jawa bagian barat di beberapa hari kemudian. Diprediksi juga gelombang Equatorial Rossby yang teridentifikasi mulai memasuki wilayah Jawa bagian barat,” terangnya lebih lanjut.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap tiga yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah memasuki hari ke delapan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BMKG, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI), yang bertujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan sekaligus juru bicara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Jakarta 2025, Michael Sitanggang, menyampaikan bahwa pada hari kedelapan pelaksanaan OMC, dilaporkan adanya kejadian banjir di beberapa wilayah DKI Jakarta.
“Seiring dengan meningkatnya curah hujan pada malam hingga dini hari di Jakarta, menyebabkan terjadinya banjir akibat luapan Kali Ciliwung, Pesanggrahan, dan Angke. OMC hari ini terus dilakukan dengan strategi optimal, termasuk penyemaian awan di luar wilayah ibu kota untuk mengurangi ekstremitas curah hujan yang jatuh di daerah rawan banjir,” jelasnya.
Berdasarkan data pantauan tinggi muka air, terpantau adanya penurunan debit air beberapa aliran kali menuju status siaga 4/normal. “Tim OMC terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan modifikasi cuaca guna mengurangi intensitas curah hujan di wilayah DKI Jakarta. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi untuk meminimalisir dampak banjir,” ujar Michael dalam keterangannya.
OMC pada hari ke-8 ini telah berhasil melakukan total 20 sorti dengan penggunaan bahan semai higroskopis mencapai 16 ton dengan akumulasi waktu terbang mencapai 41 jam 31 menit. “Melihat dari curah hujan dini hari ini cukup tinggi, kami menghimbau masyarakat untuk tetap siaga dengan potensi hujan yang dapat meningkat pada esok hari,” ujar Michael.
Penulis: Vivi Trisnavia/Ter