Ilham kayuh sepeda 300 KM ke Tegal demi bertemu keluarga

Elshinta.com - Momen mudik lebaran kerap menjadi tradisi tahunan dari umat muslim di Indonesia. Mereka pulang kampung lantaran lama tak bersua dengan saudara maupun kerabatnya. Namun demikian, dalam mudik lebaran ternyata seringkali dihiasi dengan cerita maupun hal unik dari setiap pelaku perjalanan.

Update: 2025-03-29 15:52 GMT
Momen mudik lebaran kerap menjadi tradisi tahunan dari umat muslim di Indonesia. Mereka pulang kampung lantaran lama tak bersua dengan saudara maupun kerabatnya. Namun demikian, dalam mudik lebaran ternyata seringkali dihiasi dengan cerita maupun hal unik dari setiap pelaku perjalanan. (elshinta.com/Hari Nurdiansyah)

Elshinta.com - Momen mudik lebaran kerap menjadi tradisi tahunan dari umat muslim di Indonesia. Mereka pulang kampung lantaran lama tak bersua dengan saudara maupun kerabatnya. Namun demikian, dalam mudik lebaran ternyata seringkali dihiasi dengan cerita maupun hal unik dari setiap pelaku perjalanan.

Seperti Ilham asal Desa Kebasen, Kecamatan Talang Kabupaten Tegal yang memiliki mental sekuat baja. Pasalnya dia berangkat mudik lebaran tidak seperti pemudik pada umumnya yang menggunakan kedaraan bermotor. Melainkan memilih untuk mengayuh sepeda lipat miliknya dari Cikarang menuju rumahnya di Desa Kebasen, Kabupaten Tegal.

Semangatnya ini, diakui muncul lantaran kegemarannya mengayuh sepeda. Adapun perjalanan yang dia tempuh berjarak hampir 300 kilometer. Dia memprediksi dapat sampai ke Tegal dengan waktu tempuh selama 1 hari perjalanan. 

Ilham yang berangkat pukul 11.0/ wib malam pada jumat dari cikarang melakukan perjalanannya ini melalui jalur pantura, bahkan dirinya sesekali melakukan istirahat ditempat pemberhentian. Seperti salah satunya yang dia lakukan saat berada di wilayah karawang, subang, indramayu dan brebes.

Pemuda yang berprofesi sebagai karyawan swasta di PT. Astra di daerah cikarang ini mudik tujuan Kota Tegal yang menggunakan sepeda lipat untuk mudiknya. 

Menurutnya, alasannya mudik menggunakan sepeda adalah untuk menghindari kemacetan dan sambil berolahraga. Mudik dengan sepeda dari Cikarang ke Kota Tegal, dikatakan Ilham merupakan kali ke empatnya dilakukan. Sama seperti pemudik lainnya, ia pun membawa perbekalan dan oleh-oleh untuk keluarganya di kampung halaman. 

"Ini mudik keempat kalinya mudik menggunakan sepeda dan alhamdulillah sambil berpuasa," kata Ilham saat beristirahat di Pos RAPI Wilayah 15 Kota Tegal dilaporkan oleh kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah.

"Ngayuh sepedanya santai saja, Alhamdulillah mudik dengan sepeda lancar-lancar saja tidak ada kendala. Sudah terbiasa naik sepeda, namun karena cuaca hujan deras juga ddi wilayah Brebes akhirnya menunggu lama isstirahatnya, harusnya sampai tegal sekitar pukul 17.30 an" pungkasnya.

Tags:    

Similar News