Puluhan warga Dompu di NTB merayakan Lebaran lebih awal

Puluhan warga Dusun Lanta, Desa Rasabou, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) merayakan Lebaran lebih awal dengan melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Al Abas yang ada di daerah setempat.

By :  Widodo
Update: 2025-03-30 16:59 GMT
Sejumlah jemaah bersalaman usai melaksanakan salah Idul Fitri di Masjid Al Abas yang berada di Dusun Lanta, Desa Rasabou, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Minggu (30/3/2025). ANTARA/Ady Ardiansah
Indomie

Elshinta.com - Puluhan warga Dusun Lanta, Desa Rasabou, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) merayakan Lebaran lebih awal dengan melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Al Abas yang ada di daerah setempat.

Kepala Desa Rasabou bernama Supriadi menjelaskan bahwa shalat Idul Fitri yang digelar hari ini dilaksanakan dengan mengikuti perhitungan bulan langit yang diwariskan oleh pemuka agama setempat tuan guru Tati Nurul Mudin.

"Tokoh itu yang dikenal memiliki nasab ulama besar dari Bima, (dia) sangat dihormati oleh warga setempat karena pemahaman agama yang mendalam serta pengaruhnya dalam menetapkan waktu-waktu penting dalam ibadah," kata Supriadi di Dompu, Minggu.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri lebih awal dari jadwal yang ditetapkan pemerintah sering dilakukan oleh para pengikut Tati Nurul Mudin tersebut.

Supriadi menuturkan tradisi turun temurun itu sering bertepatan dengan perhitungan Muhammadiyah, namun tanggal untuk perayaan Lebaran 2025 berbeda.

Hal senada pun disampaikan Kepala Dusun Lanta bernama Soni, dirinya mengikuti tradisi turun temurun merayakan Lebaran lebih awal dari perhitungan pemerintah.

Tradisi ini sudah dijalankan sejak puluhan tahun. Masyarakat setempat percaya bahwa perhitungan waktu shalat yang sesuai dengan pengamatan bulan langit lebih tepat dan sesuai dengan ajaran yang diajarkan oleh pemuka agama mereka Tati Nurul Mudin atau dikenal Ice Mobi.

Elshinta Peduli

Pada 30 Maret 2025, kegiatan shalat Idul Fitri para pengikut Tati Nurul Mudin dimulai pukul 07.00 WITA dan berakhir pukul 08.00 WITA. Puluhan warga mendatangi masjid untuk melaksanakan shalat.

Petugas yang bertindak sebagai penuntun shalat adalah Ali Hamid, pemimpin shalat alias imam Muhtar Jamaluddin, dan khatib Edy Kusnadi yang menyampaikan ceramah tentang sikap bersyukur dan berterima kasih atas nikmat yang diberikan Sang Pencipta selama menjalankan puasa hingga Lebaran.

"Hari ini adalah hari yang penuh berkah, kita bersyukur dapat berkumpul dan melaksanakan kewajiban sebagai umat Muslim," pungkas Edy dalam khutbahnya di hadapan para jemaah.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News