Polisi ungkap identitas mayat misterius di Sungai Kalianyar Solo
Misteri penemuan mayat pria di Sungai Kalianyar, Mojosongo, Jebres, Kota Solo, akhirnya mulai terkuak. Polisi berhasil mengidentifikasi jasad tersebut sebagai AH, seorang pria lanjut usia atau berusia 75 tahun asal Depok, Jawa Barat.
Elshinta.com - Misteri penemuan mayat pria di Sungai Kalianyar, Mojosongo, Jebres, Kota Solo, akhirnya mulai terkuak. Polisi berhasil mengidentifikasi jasad tersebut sebagai AH, seorang pria lanjut usia atau berusia 75 tahun asal Depok, Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Prastiyo Triwibowo.
"Jenazah sudah diambil pihak keluarga dan telah dimakamkan," ungkap AKP Prastiyo, Selasa (8/4).
Penemuan jenazah AH beberapa pekan lalu sempat mengundang kecurigaan, lantaran saat ditemukan, tubuh korban mengenakan baju merah dengan kondisi terikat tali serta terdapat tas laptop di tubuhnya. Polisi kemudian melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.
"Hasil autopsi menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan dari benda tumpul. Korban diduga meninggal karena kehabisan napas, mati lemas," jelas Prastiyo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso.
Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan dugaan adanya unsur kesengajaan, terutama karena adanya ikatan pada dada dan leher korban. Polisi pun menduga kuat kasus ini mengarah pada tindak pidana pembunuhan.
"Saat olah TKP, tidak ditemukan barang berharga yang hilang selain ponsel korban. Kami juga sudah konfirmasi ke pihak keluarga, uang korban sebesar Rp113 ribu dan casing ponselnya masih ada," lanjutnya.
Keterangan dari saksi yang diperiksa menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat berada di Solo selama lima hari. Namun, selama itu korban tidak diketahui menginap di mana atau menjalani pengobatan. Padahal, korban sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk berobat penyakit diabetes di Bogor.
"Beberapa jam sebelum ditemukan di sungai, korban sempat terlacak berada di jalan aspal dekat lokasi. Terakhir terpantau sekitar pukul 20.00 WIB," pungkas Prastiyo.
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini guna mengungkap motif serta pelaku yang terlibat dalam kematian korban.