John Palinggi: Tepat, Indonesia pilih jalur konsultatif hadapi tarif AS

Pemerintah Indonesia menempuh pendekatan konsultatif dalam menghadapi kebijakan proteksionis Amerika Serikat yang menaikkan tarif masuk barang impor, termasuk dari Indonesia, hingga 32 persen.

Update: 2025-04-10 13:43 GMT
Sumber foto: Supriyarto Rudatin/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Indonesia menempuh pendekatan konsultatif dalam menghadapi kebijakan proteksionis Amerika Serikat yang menaikkan tarif masuk barang impor, termasuk dari Indonesia, hingga 32 persen.

Ketua Asosiasi Mediator Indonesia, John Palinggi, menyatakan langkah ini sebagai strategi tepat dan mengedepankan kepentingan nasional.

Ia menilai langkah cerdas dari  Presiden Prabowo yang tidak mengambil sikap konfrontatif tapi justru melakukan pendekatan konsultatif kepada pemerintas AS atas kebijakan tarif Resiprokalnya.

Menurutnya kenaikan tarif ini merupakan bagian dari kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump yang berupaya menyeimbangkan neraca dagang negaranya. Tak hanya Indonesia, puluhan negara lain juga terdampak.

“Pemerintah tidak mengambil sikap konfrontatif. Justru pendekatan konsultatif yang ditempuh Presiden Prabowo merupakan langkah cerdas, karena memungkinkan ruang dialog yang saling menghormati dan saling menguntungkan,” ujarnya.

John menilai, tidak bijak jika Indonesia ikut dalam dinamika balas-membalas antara Amerika dan negara lain seperti Cina.

"Tidak usah campuri urusan rumah tangga dagang negara lain. Yang penting kita pikirkan kepentingan nasional,” tegasnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin, Kamis (10/4). 

Ia menambahkan, perang dagang yang terjadi saat ini bukanlah satu-satunya bentuk tekanan global. 

John juga menyatakan bahwa para pengusaha harus diberi ruang untuk mengelola bisnisnya secara independen. Pemerintah, menurutnya, cukup menjadi fasilitator, bukan intervensi.

“Kalau pemerintah ikut campur terlalu dalam, bisa jadi kerugian internal perusahaan malah ditanggung negara,” kata dia.

Terkait kekhawatiran akan dampak pada sektor usaha dan kemungkinan gelombang PHK, John menyebut hal itu sebagai risiko normal dalam dinamika ekonomi global. Ia justru menyoroti pentingnya membenahi masalah struktural dalam negeri seperti korupsi yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

Diketahui Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan berbagai strategi dan langkah untuk menghadapi penerapan tarif resiprokal AS dan melakukan negosiasi dengan Pemerintah AS. 

Pemerintah Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS.

Tim lintas kementerian dan lembaga, perwakilan Indonesia di AS dan para pelaku usaha nasional, telah berkoordinasi secara intensif untuk menghadapi tarif resiprokal AS.

Indonesia telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku pemegang Keketuaan ASEAN untuk mengambil langkah bersama mengingat 10 negara ASEAN seluruhnya terdampak pengenaan tarif AS.

Tags:    

Similar News