20 April 1975: Presiden Soeharto resmikan Taman Mini Indonesia Indah

Elshinta.com - Presiden Soeharto meresmikan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 20 April 1975 di kawasan Jakarta Timur. Peresmian tersebut menandai dibukanya pusat wisata budaya berskala nasional yang dirancang untuk merepresentasikan kekayaan dan keragaman budaya dari seluruh pelosok Nusantara dalam satu kawasan terpadu.

Update: 2025-04-20 06:00 GMT
Peresmian TMII oleh Presiden Soeharto dan Ibu Tien pada 1975 lalu. (https://tinyurl.com/mwd6b3ef)

Elshinta.com - Presiden Soeharto meresmikan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 20 April 1975 di kawasan Jakarta Timur. Peresmian tersebut menandai dibukanya pusat wisata budaya berskala nasional yang dirancang untuk merepresentasikan kekayaan dan keragaman budaya dari seluruh pelosok Nusantara dalam satu kawasan terpadu.

TMII dibangun atas gagasan Siti Hartinah Soeharto atau Ibu Tien Soeharto. Dalam sebuah pertemuan pada tahun 1971, ia mengusulkan agar dibuat sebuah taman yang mampu mencerminkan kemajemukan bangsa Indonesia dalam bentuk miniatur yang dapat diakses dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Gagasan tersebut kemudian diterima oleh pemerintah dan diwujudkan dalam proyek pembangunan taman yang dimulai pada tahun 1972.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 150 hektare, TMII menyajikan paviliun dari masing-masing provinsi di Indonesia, menampilkan rumah adat, pakaian tradisional, kesenian, hingga kerajinan tangan khas daerah. Selain paviliun daerah, kawasan ini juga dilengkapi danau buatan berbentuk kepulauan Indonesia, museum tematik, taman flora dan fauna, serta fasilitas rekreasi dan pendidikan seperti Teater Keong Emas dan Istana Anak.

Dalam pidato peresmiannya, Presiden Soeharto menyampaikan bahwa taman ini bukan hanya tempat wisata, tetapi juga sarana pendidikan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan memperkuat persatuan dalam keberagaman. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan mengenal budaya sendiri agar bangsa Indonesia tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.

TMII segera menjadi salah satu destinasi wisata utama di Jakarta yang tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara. Keberadaannya turut menjadi sarana promosi budaya Indonesia kepada dunia, sekaligus pusat pembelajaran bagi pelajar dan generasi muda mengenai kekayaan budaya nasional.

Selama puluhan tahun, TMII terus berbenah dan mengalami berbagai penyesuaian. Pada 2022, pemerintah melakukan revitalisasi besar-besaran untuk menjadikan kawasan ini lebih modern dan ramah lingkungan tanpa menghilangkan nilai-nilai budayanya. Kini, TMII tampil dengan wajah baru namun tetap mengusung semangat lama: mempersatukan Indonesia melalui budaya.

Dengan peresmiannya pada 20 April 1975, TMII tak hanya menjadi ikon pariwisata ibu kota, tetapi juga simbol konkret dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Tags:    

Similar News