Sekolah Rakyat dan optimalisasi DTSEN putus kemiskinan

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) mengajak enam kepala daerah dari berbagai provinsi untuk bersinergi melalui dua strategi utama: pengembangan Sekolah Rakyat dan optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Update: 2025-04-22 12:07 GMT
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau disapa Gus Ipul, mengajak audiensi bersama kepala daerah dari Kabupaten Katingan, Manggarai Timur, Solok, Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Gunung Mas.

Elshinta.com - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) mengajak enam kepala daerah dari berbagai provinsi untuk bersinergi melalui dua strategi utama: pengembangan Sekolah Rakyat dan optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau disapa Gus Ipul, mengajak audiensi bersama kepala daerah dari Kabupaten Katingan, Manggarai Timur, Solok, Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Gunung Mas, beberapa waktu lalu.

Menurut Gus Ipul, sekolah rakyat ini hadir sebagai inovasi sosial untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem. Program ini menargetkan keluarga miskin yang selama ini sulit keluar dari lingkaran kemiskinan karena minim akses pendidikan dan keterampilan.

“Pendidikan adalah rekayasa sosial yang paling terbukti mampu memutus mata rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat menjadi solusi jangka panjang untuk kelompok masyarakat yang terjebak dalam kemiskinan struktural,” ujarnya.

Sementara itu, DTSEN menjadi fondasi kuat dalam penyaluran bantuan sosial yang lebih adil dan tepat sasaran. Sistem ini menyatukan data sosial ekonomi masyarakat dengan data kependudukan, memberikan gambaran menyeluruh bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mengambil kebijakan berbasis data.

“DTSEN adalah tulang punggung dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” kata Gus Ipul. Melalui pemetaan desil (Desil 1 hingga Desil 10), bantuan bisa diberikan secara lebih akurat. Platform digital seperti Cek Bansos juga mempermudah pembaruan dan verifikasi data penerima.

Langkah ini pun mendapat dukungan dari para kepala daerah yang hadir. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyambut baik inisiatif Kemensos.

“Kami sangat mendukung Sekolah Rakyat sebagai jalan keluar dari kemiskinan yang sudah mengakar. Program ini akan kami sinergikan dengan kebijakan pendidikan dan pemberdayaan yang ada di Kabupaten Solok,” ujarnya.

Sementara Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jaya S. Monong, juga menyoroti pentingnya validasi data secara berkelanjutan.

“Kami siap mendorong pemutakhiran data secara berkala agar program bantuan sosial tidak salah sasaran. DTSEN sangat penting untuk efisiensi dan akuntabilitas kebijakan di tingkat daerah,” tegasnya.

Gus Ipul juga mendorong agar seluruh kepala daerah aktif memperbarui data sosial ekonomi secara formal dan digital setiap tiga bulan, mulai dari tingkat RT/RW hingga kabupaten/kota.

“Dengan data yang valid dan upaya pemberdayaan melalui Sekolah Rakyat, kita tidak hanya membantu masyarakat bertahan, tapi juga naik kelas dan keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Penulis; Rizky Rian Saputra/Ter

Tags:    

Similar News