Sekolah Rakyat berbasis teknologi Kemensos gandeng Al Hikmah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mengatakan bahwa Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026 ini mengusung konsep pendidikan berasrama, modern, dan berbasis digital

Update: 2025-05-19 15:45 GMT
Mensos Saifullah Yusuf dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial dan Sekolah Al Hikmah di Batu, Jawa Timur, Senin (19/5/2025) Foto: HUmas Kemensos

Elshinta.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mengatakan bahwa Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026 ini mengusung konsep pendidikan berasrama, modern, dan berbasis digital.

Dalam rangka mendukung penyelenggaraannya, Kementerian Sosial melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra, salah satunya adalah Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al Hikmah yang dinilai berpengalaman dalam dunia pendidikan.

Kementerian Sosial RI menegaskan pentingnya penerapan teknologi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari komitmen pemerintah menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Hal ini disampaikan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial dan Sekolah Al Hikmah di Batu, Jawa Timur, Senin (19/5/2025).

“Penandatanganan ini adalah langkah awal supaya kami bisa mengadopsi aplikasi yang dimiliki Al Hikmah. Ke depan, akan ada pelatihan guru Sekolah Rakyat, peningkatan fitur Learning Management System, dan replikasi model ini di berbagai wilayah. Juga mungkin pertukaran atau kegiatan antarsiswa itu juga akan kita lanjutkan di masa-masa yang akan datang,” ujar Gus Ipul.

MoU ini dinilai strategis dalam menyempurnakan kurikulum yang disusun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diharapkan, kerja sama ini mempercepat penyusunan modul ajar untuk Sekolah Rakyat, yang selanjutnya bisa segera digunakan pada tahun ajaran baru.

“Kami berterima kasih kepada Al Hikmah yang secara sukarela berbagi pengalaman dan teknologinya untuk kita, karena nanti sekolah rakyat yang kita akan coba rintisannya dimulai tahun ajaran 2025-2026,” tambahnya.

Hadir dalam penandatanganan MoU ini sejumlah tokoh penting, antara lain pimpinan YLPI Al Hikmah, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, serta akademisi dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina Yayasan LPI Al Hikmah Surabaya, Ustad Ir Shakib Abdullah menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah melalui kerja sama ini.

“Di dalamnya kami ingin berkontribusi lewat modul sekolah dan modul sekolah ini sudah kami laksanakan lebih dari 7 tahun dan sekarang sudah dipakai lebih dari 7.000 siswa di Indonesia. Modul ini bagian dari karya Al Hikmah untuk bersama-sama berkontribusi untuk bangsa. Moga-moga nanti bisa dikembangkan bersama-sama dan ini kontribusi Al Hikmah untuk perbaikan kualitasnya ke depan,” kata Shakib.

“Ini pengakuan Al Hikmah untuk bangsa yang insya Allah lewat pintu Kementerian Sosial ini makin banyak anak pintar, makin banyak anak hebat dan ke depan ini bagian dari mimpi kita, ini generasi terbaik untuk bangsa insya Allah,” sambungnya.

Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sebanyak 53 Sekolah Rakyat ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran mendatang, dengan daya tampung mencapai ribuan siswa.

“Dalam istilah saya itu untuk memuliakan keluarga miskin atau miskin ekstrem, memuliakan wong cilik agar mereka juga terbawa dalam proses pembangunan lewat pendidikan yang berkualitas,” terangnya.

Gedung sekolah tahap awal akan memanfaatkan aset milik Kementerian Sosial dan pemerintah daerah. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan gedung khusus yang dirancang untuk menampung lebih dari seribu siswa.

“Dan selebihnya nanti Presiden juga akan membangun gedung secara khusus dipersembahkan untuk sekolah rakyat yang menampung lebih dari seribu siswa. Mudah-mudahan tahun depan bisa selesai dan dengan begitu maka ke depan lebih banyak lagi beasiswa yang bisa terima di sekolah rakyat,” katanya.

Gus Ipul juga menyebutkan bahwa saat ini sejumlah lokasi telah disurvei oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dari ratusan usulan, lebih dari 12 titik sudah memenuhi syarat dan tengah diproses lebih lanjut.

“Kita tidak bisa tahu angka pastinya tetapi saya kira bisa juga mendekati 100 titik mudah-mudahan di tahun 2025 ini. Tetapi terus terang ini saya belum berani menyatakan secara pasti karena semua sedang berproses. Nah yang lebih penting kami sampaikan ketika titik untuk sekolah rakyat itu dinyatakan layak, proses sarana-perasaranannya direnovasi secara simultan dan guru-guru mulai direkrut,” urainya.

Ia menambahkan, proses seleksi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya dilakukan secara paralel bersama perencanaan anggaran dan pengawasan. Semua dilakukan dalam koordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kementerian terkait.

“Intinya bahwa kami bersama gubernur, dengan bupati, wali Kota itu terus bekerjasama mensukseskan penyelenggaraan sekolah rakyat atas arahan Presiden,” pungkasnya.

Penulis: Rizky Rian Saputra/Ter

Tags:    

Similar News