Terputus, target revitalisasi Jembatan P6 Lalan rampung Desember 2025 

Proses perbaikan dan revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, resmi dimulai setelah sempat ambruk akibat ditabrak tongkang bermuatan batubara pada Agustus 2024 lalu.

Update: 2025-05-21 17:31 GMT
Sumber foto: Adi Asmara/elshinta.com.

Elshinta.com - Proses perbaikan dan revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, resmi dimulai setelah sempat ambruk akibat ditabrak tongkang bermuatan batubara pada Agustus 2024 lalu. Pencanangan perbaikan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, pada Rabu, 15 Mei 2025.

Gubernur  Sumsel Herman Deru menargetkan pembangunan rampung dalam waktu enam bulan, atau lebih cepat dari estimasi semula yang diperkirakan memakan waktu sepuluh bulan. "Desember harus selesai, jadi Tahun Baru 2026 jembatan ini sudah bisa digunakan," tegas Herman Deru saat meninjau lokasi.

Perbaikan jembatan tak sekadar mengembalikan struktur lama, tetapi juga dilakukan revitalisasi dengan desain baru. 

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumatera Selatan, Affandi, menjelaskan bahwa dua bentang jembatan yang ambruk—masing-masing sepanjang 80 meter dan 60 meter—akan digantikan oleh satu bentang tunggal sepanjang 140 meter.

“Artinya, jalur lalu lintas sungai di bawah jembatan akan lebih lebar. Kami berharap transportasi perairan akan lebih lancar,” ujar Afandi dalam keterangan pers di Palembang, Rabu (21/5).

Namun, pembangunan bentang panjang tersebut memerlukan kajian teknis yang mendalam. Dinas PU menggandeng Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJT) untuk memastikan keamanan konstruksi, mengingat struktur baru masuk kategori jembatan khusus.

Salah satu tantangan besar dalam pengerjaan adalah evakuasi material jembatan yang tenggelam di dasar sungai. Afandi menyebut, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) berencana melakukan blasting atau peledakan berdaya rendah untuk membersihkan puing-puing agar tidak mengganggu pelayaran.

“Kalau tidak dievakuasi, puing bisa mengganggu pelayaran, terutama saat air surut,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara.

Selain itu, tingginya mobilitas kapal di perairan sekitar juga menjadi perhatian. Untuk itu, KSOP bersama kontraktor pelaksana akan menyusun window time, atau jeda waktu pengerjaan konstruksi yang disesuaikan dengan jadwal lalu lintas kapal.

“Waktu pelaksanaan akan diatur agar pelayaran tetap lancar tanpa mengganggu proses pembangunan,” tambah Afandi.

Revitalisasi Jembatan P6 Lalan telah lama dinantikan warga. Sejak ambruknya jembatan sembilan bulan lalu, akses vital masyarakat terputus, memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi warga di sekitar wilayah Lalan.

Jembatan P6 Lalan sepanjang 320 meter sebelumnya terdiri dari lima bentang utama dengan panjang bervariasi. Ambruknya bentang tengah dan satu segmen lain sepanjang 60 meter menyebabkan terputusnya konektivitas di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kini menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek ini secepat mungkin, agar roda perekonomian dan kehidupan warga kembali pulih. 

Tags:    

Similar News