Menyentuh Kakbah saat tawaf umrah wajib, bolehkah?
Apakah tawaf umrah wajib tetap sah jika menyentuh Kakbah sebelum menyelesaikan tujuh putaran? Pertanyaan itu muncul dalam sesi bimbingan manasik haji yang digelar di Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Rabu (21/5/2025)
Elshinta.com - Apakah tawaf umrah wajib tetap sah jika menyentuh Kakbah sebelum menyelesaikan tujuh putaran? Pertanyaan itu muncul dalam sesi bimbingan manasik haji yang digelar di Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Rabu (21/5/2025)
Dr. KH Abdul Malik Tibe, petugas haji bidang layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad), menyebut menyentuh Kakbah saat tawaf tidak membatalkan keabsahan ibadah tersebut. “Namun tetap perlu hati-hati, jangan sampai menyentuh Kakbah karena ingin memindahkan bau wanginya Kakbah ke pakaian kita, sementara saat ihram dilarang memakai wangi-wangian,” ujar Malik.
Sesi manasik itu juga dihadiri Prof. Dr. KH Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., yang hadir sebagai Mustasyar Diny (konsultan agama). Keduanya menjawab beragam pertanyaan dari peserta manasik yang berasal dari Kloter 39 Embarkasi Jakarta–Bekasi (JKG), Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Total ada 397 jamaah yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab.
“Manasik hari ini luar biasa, banyak uneg-uneg, tadi terjawab semua,” kata Rohayati Kasim Kemijam, salah satu jamaah dari Kloter 39. Rohayati menunaikan ibadah haji bersama suaminya, Joko Wahyudi. Ia mengungkapkan kepuasannya selama berada di Makkah.
“Alhamdulillah selama di Makkah memuaskan. Makanan luar biasa, pelayanan luar biasa. Makanan tumpah-tumpah dalam artian kita tidak minta, makanan berdatangan terus. Saya kebetulan mendampingi lansia jadi jarang keluar kamar,” ujarnya.
Rohayati juga bersyukur karena suasana kekeluargaan di kloternya terjaga dengan baik. “Keakraban bersama anggota kloter terus terjalin tiap hari,” tambahnya.
Bimbingan ibadah oleh Mustasyar Diny dan petugas Bimbad merupakan layanan resmi dari Kementerian Agama RI. Petugas spiritual ini dipilih melalui proses seleksi yang ketat, dengan syarat memiliki pengalaman berhaji dan pemahaman mendalam tentang manasik.
Mereka bertugas mendampingi jamaah secara spiritual dengan berkeliling ke hotel-hotel di setiap sektor. Di wilayah Syisyah, Sektor 3 Makkah, tercatat ada 25 hotel yang dihuni jamaah asal Indonesia.
“Petugas haji layanan transportasi, konsumsi, dan akomodasi melayani jamaah dari segi fasilitas, sementara Bimbad dan Mustasyar Diny melayani jamaah secara spiritual. Semuanya punya peran penting,” kata Eko Didi Armadi, Petugas Haji Daerah yang mendampingi jamaah Tanggamus. (Rap/Ter/MCH)