Ini prioritas BBPJN untuk perbaikan jalan di Sumsel 2025
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan ungkap sejumlah prioritas perbaikan jalan pada tahun 2025. Perbaikan Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang – Betung menjadi salah satu prioritas karena menjadi menjadi akses vital dari Sumatera Selatan menuju Jambi
Elshinta.com - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan ungkap sejumlah prioritas perbaikan jalan pada tahun 2025. Perbaikan Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang – Betung menjadi salah satu prioritas karena menjadi menjadi akses vital dari Sumatera Selatan menuju Jambi
Ruas jalan Palembang- Betung pada program yang telah disusun akan diperlebar untuk memperlancar arus kendaraan. Ruas ini merupakan salah satu ruas terpadat di Jalintim yang dilintasi oleh angkutan kendaraan pribadi maupun logistik.
Tingginya volume kendaraan yang tidak sebanding dengan lebar jalan pada ruas Palembang – Betung kerap menimbulkan kemacetan parah, apalagi saat terjadi kendaraan yang mogok atau kecelakaan.
Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan Jembatan (KPIJ) Balai Besar BBPJN Sumsel, Arie Fibriyanto, mengatakan, pihaknya tengah mengagendakan pelebaran jalan pada ruas dimaksud. Hanya saja, proses pelebaran jalan ini masih terkendala utilitas pipa gas milik Pertagas.
“Kami beberapa kali telah berkomunikasi dengan pihak Pertagas apakah pipa nya dapat digeser atau diproteksi. Proses nya masih berjalan,” ujar Arie, Jumat (23/5/2025).
Arie menambahkan, prioritas ke dua pada tahun ini mencakup perbaikan jalan ruas Palembang – Kayu Agung – Batas Lampung. Pada beberapa titik, diketahui masih ada kondisi jalan yang rusak dengan kategori sedang hingga berat.
“Meski saat ini sudah ada jalan tol, tapi kondisi jalan ini perlu dijaga karena masih tetap digunakan sebagai jalur logistik,” beber Arie.
Adapun prioritas lainnya berada pada ruas Mangun Jaya di Musi Rawas, Baturaja – Bts Lampung dan Muara Enim – Sugih Waras yang diprogramkan akan dilakukan perbaikan rekonstruksi, rehab mayor dan rehab minor.
“Kami mohon maaf bila ada bagian-bagian yang memang kerusakannya cukup parah tapi tahun ini ada paket perbaikan di tiga lokasi itu melalui skema multiyears yang ditargetkan selesai tahun 2027,” jelasnya.
Pada ruas lainnya, BBPJN juga menghadapi permasalahan longsoran. Sejumlah titik yang masuk dalam pemetaan diantaranya pada wilayah Muara Enim, Lahat, Pagaralam, Musi Banyuasin dan Musi Rawas.
“Untuk longsoran karena jumlahnya banyak jadi kami perbaiki secara bertahap sesuai dengan skala prioritas,” tandasnya.
Sementara itu khusus pada ruas Lahat-Pagaralam, perbaikan jalan dilakukan dengan pelebaran menuju standar. Lebar jalan eksisting yang saat ini hanya sepanjang 5 hingga 5,5 meter akan diperlebar ke ukuran standar untuk menekan angka kecelakaan.
“Pada saat yang sama kami juga lakukan perbaikan geometrik, terutama pada titik blank spot yang. Ini kami lakukan secara bertahap,” tukasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Jumat (23/5).