Produksi padi Sumsel tetap terjaga selama musim kemarau

Produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan tetap terjaga selama musim kemarau karena lahan persawahan sebagian besar rawa yang memiliki cadangan air alami. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono di Palembang, Selasa, menyebutkan tanaman padi di arela rawa itu tercukupi kebutuhan airnya saat kemarau dan tergolong minim risiko.

Update: 2025-05-27 08:23 GMT
Sejumlah petani memilah gabah hasil panen di kawasan persawahan Desa Durian Kelurahan Veteran Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Jumat (19/2/2021). (ANTARA/Feny Selly)

Elshinta.com - Produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan tetap terjaga selama musim kemarau karena lahan persawahan sebagian besar rawa yang memiliki cadangan air alami. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono di Palembang, Selasa, menyebutkan tanaman padi di arela rawa itu tercukupi kebutuhan airnya saat kemarau dan tergolong minim risiko.

Dari total 470.000 hektare lahan sawah di Sumsel, sekitar 399.000 hektare berada di lahan rawa. Sedangkan, lahan rawa di Sumsel terdiri dari dua jenis utama yaitu pasang surut dan lebak. 

“Kemarau itu berkah bagi Sumsel, karena 73 persen luas lahan sawah di Sumsel ini merupakan rawa yang memang tergenang air dan kecukupan air tersedia,” katanya.

Meski demikian, kesulitan air saat musim kemarau akan terjadi di wilayah pertanian dengan jenis lahan irigasi, seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Musi Rawas. Maka dari itu, pihaknya tetap melakukan antisipasi dan berkoordinasi dengan masing-masing kabupaten/kota agar tingkat produksi tetap terjaga meskipun saat musim kemarau.

"Kami antisipasi kalau terjadi kemarau tahun ini kabupaten/kota sudah menyiapkan pompa dan gerakan lain agar tidak terjadi penurunan produksi saat kemarau,” ujarnya. 

Selain itu, Sumsel ditargetkan oleh pemerintah dapat menambah jumlah produksi sebesar 1 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Saat ini untuk produksi Sumsel sudah hampir mencapai 3 juta ton GKG dengan angka pasti 2,94 juta ton GKG,” jelasnya.

Dalam mencapai target tersebut, pihaknya melakukan realisasi program cetak sawah seluas 48.000 hektare, termasuk peningkatan indeks pertanaman padi melalui optimalisasi lahan, kata Bambang.

Tags:    

Similar News