Jalan Nasional Sekayu–Musi rawas rusak, PJN I kebut penanganan
Pelaksana Jalan Nasional (PJN) I Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Selatan memastikan jalan pada ruas Mangun Jaya – Muara Beliti tetap dalam kondisi fungsional ditengah kondisi kerusakan yang terjadi.
Elshinta.com - Pelaksana Jalan Nasional (PJN) I Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Selatan memastikan jalan pada ruas Mangun Jaya – Muara Beliti tetap dalam kondisi fungsional ditengah kondisi kerusakan yang terjadi. Penanganan sementara ini dilakukan dengan melakukan penimbunan agar kerusakan tidak semakin parah.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Hardy Siahaan melalaui Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN I Wilayah Sumsel, Alfredo Lukman, mengungkapkan, pada masa perbaikan sementara kondisi jalan belum dapat dilalui dengan nyaman, namun paling tidak pihaknya memastikan agar jalan tetap dapat dilalui kendaraan.
“Untuk sementara kami pastikan kondisi jalan akan terus fungsional. Kami berusaha sekuat tenaga dengan kemampuan dan dana yang tersedia yang ada saat ini,” ujar Alfredo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Selasa (27/5).
Dijelaskannya, saat ini kondisi jalan ruas Mangun Jaya-Beliti yang masuk kategori baik sepanjang 37,2 Km, kondisi sedang 72,5 km, rusak ringan 9,2 km dan rusak berat sepanjang 500 m.
Alfredo mengatakan, ada 12 titik pada enam lokasi yang menjadi prioritas penanagan sementara karena kondisinya dalam keadaan rusak ringan hingga berat. Ke-12 titik itu masing-masing di Petunang (2 titik), Lubuk Rumbai (1 titik), Muara Lakitan (2 titik), Semeteh (1 titik), Bts kabupaten Muba-Mura (1 titik) dan di Ngulak (1 titik).
Untuk memastikan kerusakan jalan tidak semakin parah, pihaknya menyiagakan alat berat dan material di setiap titik jalan rusak selama 24 jam.
“Ketika lubang mulai dalam kami timbun lagi. Material dan peralatan DRU (Disaster Relief Unit) kami terus standby di lapangan,” cetus Alfredo.
Untuk tetap menjaga ruas jalan agar tetap fungsional, BBPJN Sumsel dibantu Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam bentuk penyediaan alat berat dan agregat. Alfredo menyebut kolaborasi ini sangat membantu meringankan beban Satker yang setiap hari bekerja nyaris tanpa henti.
Alfredo memastikan, jalan pada ruas Mangun Jaya – Muara Beliti dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan efektif melalui skema multiyears. Kementerian PU telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp151 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 25 km yang ditargetkan akan rampung pada tahun 2027 mendatang.
“Sekarang sedang berproses di Kementerian Keuangan untuk izin penganggaran secara multiyear. Bila izinnya sudah keluar kami akan mulai untuk proses lelang,” ungkap Alfredo.
“Kami targetkan kontrak bisa dimulai Agustus 2025. September mulai kerja. Harapannya, akhir 2025 setidaknya jalan sudah rata, tidak berlubang lagi,” kata Alfredo optimis.
Alfredo menjelaskan, kerusakan jalan yang terjadi pada ruas PPK 1.4 (Mangun Jaya – Muara Beliti) disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu penyebab utama yang membuat kualitas jalan semakin turun adalah banjir berulang.
“Pada November 2023, sepanjang 49 Km disana terdampak banjir. Pada Januari 2024 banjir kembali terjadi dan merendam 19 Km jalan dan pada akhir Februari di tahun yang sama banjir kembali merendam 30 Km jalan,” beber Alfredo.
Diuraikanya lebih lanjut, penyebab kerusakan bukan hanya air yang menggenang, melainkan juga sifat perkerasan jalan yang digunakan. Mayoritas ruas di wilayah ini masih menggunakan aspal fleksibel, yang secara struktur sangat rentan terhadap air, terutama jika air tersebut membawa arus atau masuk melalui retakan mikro.
Kondisi ini, diakui Alfredo, menyebabkan kondisi kemantapan jalan semakin tergerus. Pada semester I 2024, angka kemantapan jalan di PPK 1.4 berada pada angka 90 persen. Namun, pada semester 2 menurun menjadi 89 persen.
“Dengan dana yang tersedia kami terus lakukan perbaikan dan menargetkan peningkatan kemantapan jalan sebesar 92 persen di akhir tahun 2024, tapi banjir kembali melanda di akhir bulan Okober sehingga pada akhir tahun realisasi kemantapan jalan hanya tercapai 91,88 persen,” jelas Alfredo.
Selain banjir, kendaraan over tonase juga menjadi penyebab lain kerusakan jalan. Alfredo menambahkan, meski jalur Mangun Jaya - Muara Beliti tidak sepadat di Lintas Timur tapi beban berlebih angkutan kendaraan membuat jalan semakin “tersiksa”.
“Kendaraan yang lewat itu sebagian besar mengangkut batu hias atau batu pecah dari arah Muratara ke Muba dan Lahat dengan tonase hingga mencapai 35-40 ton, sementara kekuatan jalan hanya mampu menahan untuk 8-10 ton” tutupnya.