8 Syarikah berikan layanan terbaik untuk jemaah haji

Delapan syarikah penyedia layanan bagi jemaah haji Indonesia telah menyiapkan fasilitas menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Untuk memastikan kesiapan layanan, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI melakukan pengecekan secara intensif ke tenda-tenda jamaah di Arafah dan Mina.

Update: 2025-05-27 20:18 GMT
Direktur Jenderal PHU Kemenag RI, Hilman Latief, saat meninjau tenda-tenda syarikah di Mina, Selasa (27/5/2025). Foto: Rama Pamungkas

Elshinta.com - Delapan syarikah penyedia layanan bagi jemaah haji Indonesia telah menyiapkan fasilitas menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Untuk memastikan kesiapan layanan, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI melakukan pengecekan secara intensif ke tenda-tenda jamaah di Arafah dan Mina.

Di markaz-markaz yang disediakan, masing-masing syarikah terus mempercantik dan mempersiapkan fasilitas. Jamaah haji Indonesia dapat dengan mudah mengenali markaz mereka karena setiap syarikah telah memasang beberapa gapura bertuliskan nama syarikah di pintu-pintu masuk. Di lokasi ini, jamaah wajib memastikan keberadaan dan layanan yang sesuai dengan syarikahnya masing-masing.

Fasilitas yang disediakan oleh syarikah meliputi tenda yang telah dilengkapi kasur, bantal, selimut, air minum, serta pendingin ruangan. Setiap tenda juga telah dipasang karpet agar suasana tetap nyaman dan bersih. Selain itu, tersedia fasilitas sanitasi, ruang terbuka dengan kursi plastik, serta ruang hijau yang dimodifikasi dengan rumput sintetis untuk menciptakan kenyamanan.

“Saya harapkan persaingan ini menjadi persaingan yang sehat (antar-syarikah), persaingan dalam arti memberikan layanan yang terbaik untuk jamaah haji Indonesia,” ujar Direktur Jenderal PHU Kemenag RI, Hilman Latief, saat meninjau tenda-tenda syarikah di Mina, Selasa (27/5/2025).

Hilman yang didampingi Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Muhammad Hanafi, Kepala Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia Nasrullah Jasam, serta tim monitoring dan evaluasi juga mengecek beberapa fasilitas sanitasi tambahan untuk kenyamanan jamaah haji. Beberapa fasilitas sanitasi masih sama seperti tahun sebelumnya.

“Sanitasi yang tidak berubah merupakan sanitasi disediakan oleh pemerintah Arab Saudi. Tidak sembarang diubah kecuali oleh Saudi sendiri,” ujar Hilman.

Namun demikian, Hilman menjelaskan, pemerintah Arab Saudi telah membangun fasilitas sanitasi berlantai dua di beberapa maktab. Langkah ini bertujuan mengurangi antrean jamaah saat menggunakan sanitasi di Arafah dan Mina.

Selain itu, Hilman memberikan kebebasan kepada syarikah-syarikah untuk menyediakan layanan tambahan demi kenyamanan jamaah haji Indonesia. Hal ini penting mengingat kondisi cuaca di Armuzna sangat panas.

Beberapa syarikah sudah menampilkan layanan tambahan, seperti syarikah Al Bait Al Guest yang mengubah tenda-tenda di Mina dengan memasang kanopi bambu untuk mengurangi panas. Mereka juga melengkapi area dengan kursi kayu jati dan pot tanaman hias, sehingga suasana menjadi lebih teduh.

“Syarikah-syarikah lain juga sama (memberikan layanan tambahan) dengan konsep yang berbeda,” ujar Hilman.

Hingga saat ini, tercatat ada 60 markaz di Arafah yang dikelola oleh delapan syarikah. Rinciannya adalah Rawaf Mina 4 markaz, MCDC 4 markaz, Rakeen Mashariq 13 markaz, Sana Mashariq 11 markaz, Al Bait Guest 11 markaz, Al Rifadah 5 markaz, Rifad 3 markaz, dan Rehlat & Manafea 9 markaz.

Penulis: Rama Pamungkas/ter

Tags:    

Similar News