Catatan waktu fantastis Kiromal Katibin otomatis bikin juara

Atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin, kembali menorehkan prestasi dengan meraih medali emas di ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup Denver 2025, Amerika Serikat, Minggu, (1/6/2025) waktu Colorado Amerika Serikat.

Update: 2025-06-02 13:36 GMT
Kiromal Katibin, atlet panjat tebing Indonesia meraih medali emas di IFSC Climbing World Cup Denver 2025, Amerika Serikat, Minggu, (1/6/2025. Foto: Dok FTPI

Elshinta.com - Atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin, kembali menorehkan prestasi dengan meraih medali emas di ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup Denver 2025, Amerika Serikat, Minggu, (1/6/2025) waktu Colorado Amerika Serikat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Eshinta, Senin (2/6/2025), dijelaska bertanding di nomor speed putra, Kiromal dinyatakan sebagai juara setelah berhasil mencatatkan waktu terbaik 4,83 detik saat menjalani kualifikasi di hari sebelumnya 1 hari sebelum kompetisi dihentikan karena faktor cuaca.

Penyelenggara IFSC mengumumkan bahwa badai dan hujan deras yang melanda Denver membuat babak semifinal dan final terpaksa dibatalkan demi keselamatan atlet. Berdasarkan keputusan  darurat, hasil terakhir dari babak kualifikasi dijadikan dasar penentuan peringkat akhir — dan catatan waktu Kiromal yang impresif memastikan tempatnya di puncak podium.

Sebelumnya, atlet asal Batang, Jawa Tengah tampil dominan di babak kualifikasi dengan catatan waktu 4,83 detik di Lane A dan 4,91 detik di Lane B. Konsistensinya di setiap fase menunjukkan bahwa ia layak menjadi yang terbaik di antara para pemanjat tercepat dunia.

Kemenangan ini melanjutkan performa gemilang Kiromal, setelah sebelumnya ia meraih dua medali perunggu di seri Wujiang dan Bali, Mei lalu. Dengan torehan ini, Kiromal semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu atlet speed papan atas dunia sekaligus memperkuat nama Indonesia di panggung olahraga panjat tebing internasional.

Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Ical Umarella, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. “Konsistensi dan fokus jadi kunci utama kemenangan Kiromal hari ini. Meski kondisi cuaca memaksa final dibatalkan, ia sudah menunjukkan performa terbaiknya di saat yang krusial. Ini adalah buah dari latihan keras dan kerja tim yang luar biasa,” ujar Ical di Denver.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, juga turut menyampaikan apresiasi. “Prestasi ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing dan menjadi juara di panggung dunia. Ini bukan hanya kemenangan Kiromal, tapi kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Yenny.

Selain Kiromal, Indonesia juga diwakili oleh Alfian M. Fajri, yang harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi. Alfian mencatatkan waktu terbaik 5,30 detik (Lane A) dan 5,49 detik (Lane B). Meski belum berhasil melaju ke babak lanjutan, dukungan penuh tetap mengalir untuk Alfian dari seluruh tim.

FPTI menegaskan komitmennya untuk terus membina atlet-atlet muda dan memperluas dominasi Indonesia di cabang panjat tebing dunia, terutama dalam persiapan menuju Olimpiade 2028.

Penulis: Dwi Iswanto/Ter

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags:    

Similar News