Ratusan pejabat jateng jalani retret penyamaan persepsi membangun daerah

Sebanyak 438 pejabat di Jawa Tengah mengikuti Manunggal Leadership Retret: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah.

Update: 2025-06-10 18:21 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 438 pejabat di Jawa Tengah mengikuti Manunggal Leadership Retret: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah. Mereka terdiri dari wakil bupati/wakil wali kota sebanyak 35 orang, Pejabat Tim Percepatan Pembangunan Daerah 5 orang. Kemudian Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah sebanyak 40 orang, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama sebanyak 42 orang, Jabatan Administrator sebanyak 298 orang, Analis Kebijakan Madya Setda Jateng sebanyak 18 orang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka kegiatan itu di Lapangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng, pada Selasa  (10/6/2025).

"Tujuran retret itu adalah untuk menyamakan presepsi dalam upaya bersama  membangun Jawa Tengah. Sebab proses membangun tidak  bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi butuh kebersamaan.  Kebersamaan menjadi kunci utama," kata Ahmad Luthfi.

Retret itu juga sebagai upaya untuk mengintegrasikan program di Jawa Tengah dengan Asta Cita Presiden RI.

Pemprov Jateng mencanangkan 136 program terdiri dari 11 program prioritas, 22 Program Intervensi, 61 Program Aksi dan 42 Program Taktis. Program tersebut merupakan penjabaran dan selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC) Asta Cita Presiden RI.

Dalam retret ini, kegiatannya tidak hanya penyampaian materi tapi juga akan ditindaklanjuti dengan aksi konkret di lapangan.

Kurikulum kegiatan ini disusun bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Pematerinya dari berbagai lembaga, di antaranya Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK , Kejaksaan Tinggi, hingga tokoh agama, dan widyaiswara BPSDMD Jawa Tengah.

Retret ini juga menjadi bagian dari pemenuhan pengembangan kompetensi ASN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017. Untuk eselon 2 dan 3, pelatihan ini sudah mencakup 36 jam pelajaran.

Sekda Jateng Sumarno menjelaskan, dari retret ini diharapkan menghasilkan pemimpin yang humanis dan responsif dalam aspek geopolitik, pelayanan publik, maupun stabilitas keamanan daerah.

"Selain itu juga memperkuat nilai integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. serta mendaratkan Asta Cita di bumi Jawa Tengah." ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (10/6). 

Tags:    

Similar News