Sekartaji 2025 digelar, sejumlah daerah raih penghargaan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang atau KpBI, kembali menggelar Sekartaji X Festival Bromo (Sinergi Menuju Ekonomi yang Kreatif, Tangguh, Teruji dan Terdigitalisasi) 2025. Ajang Sekartaji X mengambil tema "Sinergi memperkuat resilensi perekonomian menghadapi dinamika global melalui pengembangan sektor unggulan daerah ".
Elshinta.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang atau KpBI, kembali menggelar Sekartaji X Festival Bromo (Sinergi Menuju Ekonomi yang Kreatif, Tangguh, Teruji dan Terdigitalisasi) 2025. Ajang Sekartaji X mengambil tema “Sinergi memperkuat resilensi perekonomian menghadapi dinamika global melalui pengembangan sektor unggulan daerah “.
Dalam kesempatan itu juga dibagikan penghargaan pada sejumlah daerah dan dilakukan sejumlah kerjasama antar daerah baik yang ada di bawah naungan KpBI Malang maupun daerah lain di Jawa Timur.
Pada perhelatan tahunan tersebut juga dibahas perekonomian Jawa Timur terutama di wilayah Kantor perwakilan BI Malang dari sejumlah pakar baik itu dari perguruan tinggi, pengamat ekonomi .
Kepala Kantor perwakilan BI Malang, Ferbrina mengatakan, kegiatan Sekartaji telah memasuki tahun ke-3. “Sesuai dengan tugas BI seperti sinergi dengan pemerintah daerah seperti TPID terus didorong, dan terkait pengelolaan keuangan BI mendorong sektor-sektor penyaluran kredit didampingi kemudahan yang lain," ujarnya..
Ditambahkan Febrina, kerjasama antar daerah yang ada saat ini adalah BI mempertemukan beberapa pihak seperti telur di Blitar maka perlu ada kerjasama antara daerah seperti kabupaten Malang dengan Ponorogo,Blitar dengan Malang.
“Selain itu BI juga mendorong gunakan kanal digital dimana biasanya gunakan teller dan terbukti yang terkanalisasi seperti kota Malang yang berimbas pada PAD dan akselerasi digital menjadi salah satu percepatan,” terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Rabu (18/6).
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh BI Malang.
“Alhamdulillah, terimakasih pada BI Malang yang telah menilai dan memberikan penghargaan ini. Tentunya ini juga sebagai evaluasi bagi kami agar kedepannya apa yang sudah kita lakukan selangkah lebih baik dari kemaren, tetapi kita tidak cukup puas, kita akan terus kerja keras untuk menghasilkan yang lebih baik. Terutama apa yang dilakukan oleh BI ini akan dirasakan oleh masyarakat, terutama Kota Malang," ungkap Wahyu.
Pada kesempatan tersebut, Wahyu juga berpesan agar Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Malang dapat terus mendorong digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah dan perluasan penggunaan sistem pembayaran digital bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan Kota Malang dapat lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang," tandasnya.