'Gercep', Pemprov Sumsel perbaiki lantai Jembatan Air Ketapang

Merespon laporan masyarakat soal jembatan yang rusak dan membahayakan pengguna jalan, Pemprov Sumatera Selatan gerak cepat (gercep) melakukan perbaikan lantai Jembatan Air Ketapang

Update: 2025-06-26 15:33 GMT
Sumber foto: Adi Asmara/Elshinta.com.

Elshinta.com - Merespon laporan masyarakat soal jembatan yang rusak dan membahayakan pengguna jalan, Pemprov Sumatera Selatan gerak cepat (gercep) melakukan perbaikan lantai Jembatan Air Ketapang yang terletak di ruas Jalan SP. OPI – Babatan Saudagar – Srijabo, dan rampung, Kamis (26/6). 

Perbaikan ini dilaksanakan merupakan tanggapan cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas arahan Gubernur Herman Deru, guna memastikan kelayakan infrastruktur jalan dan jembatan demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumatera Selatan, M Affandi, menyebutkan bahwa perbaikan dilakukan secara mendesak karena kerusakan yang terjadi merupakan kerusakan baru di bagian lantai jembatan.

“Kondisi jalan dan jembatan harus dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami selalu responsif dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait,” ujar Affandi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara.

Affandi menjelaskan bahwa konstruksi jembatan saat ini masih menggunakan pipa lama yang rentan terhadap beban berat. Untuk itu, pembatasan tonase kendaraan diberlakukan guna menjaga daya tahan jembatan, sambil menunggu realisasi program penggantian permanen.

“Apabila kendaraan yang melintas melebihi kemampuan struktur jembatan, tentu akan memperpendek umur pakainya,” jelas Affandi.

Pihaknya juga mengimbau para pengemudi agar lebih bijak memilih jalur, khususnya bagi kendaraan bertonase tinggi, demi mencegah kerusakan ulang dan menghindari potensi bahaya bagi pengguna jalan lainnya.

“Mari kita jaga infrastruktur yang ada agar dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selama setahun terakhir, Jembatan Air Ketapang memang menjadi perhatian publik karena kondisi fisiknya yang terus memburuk. Pada Januari 2025, sebuah minibus sempat terperosok akibat lubang di lantai jembatan, menyebabkan kemacetan dan keresahan warga.

Laporan lanjutan pada Februari 2025 menyebutkan bahwa plat lantai jembatan sepanjang 20 meter mengalami keretakan serius, bahkan salah satu gelagar dilaporkan patah. Kondisi ini memaksa sebagian warga memilih jalur alternatif demi keselamatan.

Keluhan terhadap kerusakan jembatan sebenarnya telah muncul sejak pertengahan 2024. Pada Juli tahun lalu, sebuah kendaraan pickup juga sempat terperosok lantaran belum ada tindak lanjut atas permintaan perbaikan dari pemerintah kabupaten.

Sebagai respons, Pemprov Sumsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp70 miliar pada awal 2025 untuk memperbaiki sembilan jembatan strategis, termasuk Jembatan Air Ketapang. Infrastruktur ini menjadi bagian dari prioritas pembangunan di wilayah Palembang–Ogan Ilir–Banyuasin (Paloba).

Gubernur Herman Deru sebelumnya telah meresmikan tiga jembatan baru di Ogan Ilir pada Maret 2025 sebagai bagian dari program penguatan konektivitas dan percepatan ekonomi kawasan penyangga Palembang.

Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Air Ketapang bukanlah tambal sulam, melainkan bagian dari revitalisasi menyeluruh terhadap jembatan-jembatan lama yang masih digunakan secara darurat, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Dengan rampungnya perbaikan sementara ini, masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi pembatasan tonase kendaraan demi menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut.

Tags:    

Similar News