Ditangkap Polres Bekasi Kota, Menteri Imigran pulangkan 18 calon TKW ilegal
Sebanyak 18 calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) berhasil dicegah keberangkatannya ke Arab Saudi oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota.
Elshinta.com - Sebanyak 18 calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) berhasil dicegah keberangkatannya ke Arab Saudi oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota.
Upaya penyelamatan ini dilakukan menyusul pengungkapan dugaan pengiriman pekerja migran secara nonprosedural atau ilegal yang dilakukan oleh PT Dasa Graha Utama, yang ironisnya diketahui telah tutup sejak tahun 2016 lalu.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding yang hadir langsung ke Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (4/7/2025), untuk memastikan proses penanganan kasus tersebut berjalan sesuai hukum dan sebagai bentuk apresiasi atas langkah cepat kepolisian.
“Hari ini saya datang langsung untuk memastikan proses penanganan kasus ini. Alhamdulillah, berkat sinergi DP3MI Jawa Barat dan Polres Metro Bekasi Kota, 18 calon pekerja migran berhasil diselamatkan dari keberangkatan ilegal,” kata Menteri Karding seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Jumat (4/7).
Ia juga menegaskan, upaya ini harus menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan lama yang diduga masih aktif merekrut korban, meskipun perusahaan yang menaunginya sudah tidak lagi berizin.
“Saya yakin ini jaringan lama, karena PT-nya saja sudah tutup sejak 2016. Ini harus ditelusuri sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan, satu orang lainnya ikut diamankan diduga sebagai penjaga perusahaan tersebut.
Saat ini, keterlibatannya masih dalam proses pendalaman oleh penyidik. Menteri Karding juga mendorong agar seluruh jejaring yang terkait calo dan perekrut ilegal dapat dibongkar sepenuhnya.
“Kami berharap Kapolres dapat menelusuri jaringan perekrut ilegal ini secara menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang,” ujarnya.
Modus operandi yang digunakan terbilang klasik namun masih memakan korban. Para calon TKW dijanjikan gaji sebesar 1.200 Riyal atau sekitar Rp5 juta per bulan di Arab Saudi.
"Padahal pemerintah Arab Saudi sudah menutup jalur perekrutan tenaga kerja domestik dari Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, para korban diberi uang tunai Rp2,5 juta sebagai “uang pangkal” keberangkatan, meskipun sebelumnya dijanjikan uang muka sebesar Rp5 juta.
PT Dasa Graha Utama yang disebut-sebut masih aktif melakukan rekrutmen diketahui berkantor di kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Seluruh calon TKW akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, jika ada di antara mereka yang masih ingin bekerja ke luar negeri, pihak kementerian berkomitmen mencarikan jalur dan perusahaan legal sesuai prosedur resmi.
“Setiap hari bisa sampai 200 orang dijanjikan berangkat ke Arab Saudi. Kalau ini tidak kita tindak, jangan bicara soal perlindungan,” pungkas Karding.