Revitalisasi Pasar Besar Malang, terancam molor karena pedagang belum satu suara
Revitalisasi Pasar Besar Malang terancam molor dari jadwal akhir 2025. Molornya revitalisasi pasar yang pernah terbakar 4 kali ini di benarkan Walikota Malang Wahyu Hidayat.
Elshinta.com - Revitalisasi Pasar Besar Malang terancam molor dari jadwal akhir 2025. Molornya revitalisasi pasar yang pernah terbakar 4 kali ini di benarkan Walikota Malang Wahyu Hidayat.
“Ada beberapa syarat yang diajukan Kementrian PU saat saya datang kesana, selain soal Analisis Dampak Lingkungan atau Amdal, kementrian PU meminta pedagang satu suara, dan selama pedagang belum satu suara maka kementrian PU menunggu Clear,” ungkap Wahyu, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto.
Diakui Walikota Malang, kalau saat ini pedagang pasar besar belum satu soal upaya Pemkot Malang soal revitalisasi.
“Dan selama ada himpunan pedagang yang menolak maka revitalisasi bakal molor dari target yang dijadwalkan yaitu akhir 2025, dan Pemkot Malang masih berupaya untuk mencari solusi terkait pembangunan pasar besar yang sangat mengkhawatirkan apalagi dengan adanya pedagang yang kejatuhan reruntuhan bangunan,” jelas Walikota Malang.
Sebelumnya dua pedagang pasar besar Malang saling bertolakbelakang soal revitalisasi pasar besar Malang dimana ada yang menerima dan menolak adanya rencana revitalisasi pasar besar Malang yang bersumber dari APBN sebesar Rp.200 Miliar dan APBD Pemkot.Malang untuk relokasi pedagang sebesar Rp.10 Miliar.