Luncurkan GENTING Menteri Wihaji bedah rumah keluarga rentan
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang diawali dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menurunkan asbes tidak layak pakai dan meletakkan batu fondasi di rumah keluarga berisiko stunting (KRS) di Desa Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, Selasa (8/7/2025).
Elshinta.com - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang diawali dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menurunkan asbes tidak layak pakai dan meletakkan batu fondasi di rumah keluarga berisiko stunting (KRS) di Desa Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, Selasa (8/7/2025).
Dalam keterangan tertulis yang diterima Elshinta dijelaskan dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Menteri Wihaji juga memeriksa langsung kondisi sanitasi dan air bersih di rumah Lindar dan Siti Masitoh. Keluarga ini memiliki empat anak, salah satunya masih berusia tiga bulan, dan Lindar sehari-hari bekerja sebagai office boy.
“Saya cek, airnya bagus, air bersihnya bagus. Kemudian mungkin sanitasinya kelihatan tadi gandeng. Bersampingan dengan kamar tidur. Itu punya risiko yang menurut para dokter punya potensi untuk risiko stunting. Karena itu kita perbaiki melalui orang tua asuh (GENTING),” ujar Wihaji.
Ia menegaskan, gerakan gotong royong seperti GENTING merupakan gerakan moral dan sosial untuk melindungi masa depan bangsa. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi langkah penting untuk mempercepat penurunan stunting.
Gerakan GENTING tidak hanya memberi bantuan makanan, kata Wihaji, tetapi juga melibatkan edukasi parenting, pendampingan psikososial, perbaikan gizi, serta renovasi lingkungan tempat tinggal. “Semua dari BNI langsung ke penerima manfaat, tidak melalui kementerian lagi,” tegasnya.
Pemimpin Wilayah 10 PT. BNI Tbk, Anak Agung Agustiya Novitayanti, yang turut hadir di lokasi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung keluarga berisiko stunting. “BNI berkomitmen untuk memberikan bantuan nutrisi dan bahan makanan bergizi kepada 200 anak stunting serta program non gizi berupa perbaikan rumah tidak layak huni serta perbaikan jamban,” ungkapnya.
Dukungan BNI juga selaras dengan misi ke-5 perusahaan terkait tanggung jawab sosial dan mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 dan ke-3, yaitu penghapusan kelaparan dan peningkatan kesejahteraan.
Sementara itu, Walikota Tangerang, Drs. Sachruddin, menyampaikan bahwa Kota Tangerang terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai inovasi lintas sektor. Program seperti Satu Telur Satu Minggu (Sate Sami), pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, hingga penguatan lebih dari 1.000 posyandu menjadi bagian dari upaya nyata.
“Selain pendekatan gizi dan kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang juga telah menempuh langkah holistik dengan memperbaiki rumah tidak layak huni. Hingga pertengahan tahun 2025, sebanyak 8.656 unit rumah telah diperbaiki, dan ditargetkan 1.000 unit lagi akan rampung di tahun ini,” ucap Sachruddin.
Sebagai bentuk apresiasi atas upaya tersebut, Kota Tangerang ditunjuk menjadi tuan rumah puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32. “Mari, kita wujudkan keluarga berkualitas untuk Indonesia yang lebih tangguh, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ajaknya.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8%, sementara Kota Tangerang sudah menurunkan angka tersebut menjadi 11,2%, jauh di bawah rata-rata Provinsi Banten (21,1%) dan melampaui target nasional 2029 sebesar 14%.
Data terbaru menyebutkan, dari 72 juta lebih keluarga di Indonesia, sekitar 8,6 juta di antaranya masuk kategori Keluarga Berisiko Stunting. Melalui gerakan seperti GENTING, pemerintah berupaya menekan risiko tersebut dengan memperbaiki faktor lingkungan dan gizi keluarga.
Penulis: Rizky Rian Saputra/Ter