Mendagri akui peran penting PKK dan Posyandu di masyarakat

 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berharap Pemerintah Daerah, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), serta Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Provinsi Papua dapat berkolaborasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Update: 2025-07-14 16:40 GMT
Mendagri, pada acara Pelantikan Penjabat (Pj.) Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (14/7/2025).. Foto: Kemendagri
Elshinta Peduli

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berharap Pemerintah Daerah, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), serta Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Provinsi Papua dapat berkolaborasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Harapan tersebut disampaikan Mendagri, pada acara Pelantikan Penjabat (Pj.) Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Mendagri menekankan pentingnya peran PKK dan Posyandu dalam menjangkau langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga. Menurutnya, banyak persoalan seperti stunting, tuberkulosis (TB), akses air bersih, hingga pendidikan yang dapat menjadi perhatian PKK dan Posyandu.

“Saya memberikan apresiasi kepada PKK Pusat yang mau membuat kegiatan di Papua untuk penanganan masalah TB, di antaranya. Masih banyak lagi problem-problem yang sebetulnya dapat dikerjakan oleh PKK dan Posyandu yang menjadi mitra pemerintah,” ujar Tito.

Mendagri mencontohkan keberhasilan program vaksinasi massal pada masa pandemi Covid-19 yang dapat diadaptasi untuk mengatasi persoalan seperti TB. Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan serta kesinambungan dalam penggunaan obat agar upaya penanggulangan penyakit TB berjalan efektif.

Selain itu, Mendagri menyinggung isu kesejahteraan di Papua yang dinilai masih menjadi tantangan besar. Ia menuturkan bahwa kemiskinan dan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua perlu segera ditangani.

Ia berpendapat, apabila tingkat kesejahteraan masyarakat membaik, seperti melalui akses pendidikan gratis, ketersediaan air bersih, dan kesempatan kerja yang memadai, maka hal tersebut akan secara signifikan mengurangi ketegangan di bidang keamanan maupun politik.

Penulis: Sri Lestari/Ter

 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News