Ekonom proyeksi IHSG tembus 7.600 imbas pelonggaran moneter
Head of Investment Solution PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger MM memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level 7.600 pada semester II-2025, seiring akan adanya pelonggaran moneter di tingkat domestik maupun global.
Elshinta.com - Head of Investment Solution PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger MM memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level 7.600 pada semester II-2025, seiring akan adanya pelonggaran moneter di tingkat domestik maupun global.
“Kita lihat IHSG kalau udah lewat 7.400 sekarang, punya peluang sampai 7.600. Kita melihat kalau selama 7.250 tidak jebol, arah bullishnya lebih yakin lah,” ujar Roger saat diwawancarai seusai Grand Opening Office Education (OE) Pluit di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, Roger memproyeksikan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak dua kali pada sisa tahun 2025, dengan akumulasi pemangkasan sebesar 50 basis poin (bps).
Seiring dengan itu, tensi perang dagang global mulai mereda, seiring tercapainya kesepakatan antara AS dan beberapa negara mitra dagang menjelang tenggat waktu pada 1 Agustus 2025.
“The Fed masih konsisten akan menurunkan suku bunga acuan maksimal 50 bps, kesepakatan dagang/tarif AS juga mulai melunak. Saya melihatnya ada sentimen-sentimen bagus ke depan,” ujar Roger.
Dari dalam negeri, Ia memproyeksikan Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps pada sisa tahun 2025.
“BI rate paling (turun) satu kali lagi kalau saya prediksi 25 bsp. Kita melihat dengan udah turun dua kali, Rupiah masih stabil di level 16.100-16.200. Jadi, kelihatannya dengan The Fed nanti nurunin suku bunga, kita masih punya ruang lagi. Rupiah tidak terlalu melemah, kemudian suku bunga (BI) juga bisa turunin sekali lagi,” ujar Roger.
Selain pelonggaran moneter, Ia menjelaskan optimisme penguatan IHSG pada semester II-2025 akan ditopang oleh kinerja saham-saham sektor komoditas di pasar modal Indonesia.
Ia menjelaskan, kinerja sektor komoditas itu akan ditopang seiring dengan akan membaiknya perekonomian negara- negara di tingkat global imbas dari pelonggaran moneter, utamanya perekonomian di China.
“Harga CPO (Crude Palm Oil) tetap di atas, Copper udah break high, Batu Bara kemarin dari 100 jadi udah 110 dolar AS per ton sekarang, kemudian Timah break high 33.800 dolar AS per ton. Jadi semua komoditas sekarang arahnya lagi ke atas,” ujar Roger.
Pada perdagangan Rabu (23/07) pukul 14.30, IHSG tercatat berada di level 7.442,28, setelah sebelumnya pernah berada di level terendah 5.967,98 pada April 2025 akibat gejolak ekonomi dan geopolitik di tingkat global, utamanya imbas adanya kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump.