28 Juli 1947: Abdulrahman Saleh gugur saat misi kemanusiaan
Elshinta.com - Tanggal 28 Juli menjadi catatan penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Pada hari ini tahun 1947, Marsekal Muda TNI (Anumerta) Prof. dr. Abdulrahman Saleh gugur saat menjalankan misi kemanusiaan, ketika pesawat Dakota VT-CLA yang ia tumpangi ditembak jatuh oleh Belanda di Dusun Ngoto, Bantul, Yogyakarta.
Elshinta.com - Tanggal 28 Juli menjadi catatan penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Pada hari ini tahun 1947, Marsekal Muda TNI (Anumerta) Prof. dr. Abdulrahman Saleh gugur saat menjalankan misi kemanusiaan, ketika pesawat Dakota VT-CLA yang ia tumpangi ditembak jatuh oleh Belanda di Dusun Ngoto, Bantul, Yogyakarta.
Abdulrahman Saleh merupakan seorang dokter, akademisi, sekaligus pelopor dunia penerbangan Indonesia. Ia dikenal luas sebagai pendiri Radio Republik Indonesia (RRI) dan tokoh penting dalam pengembangan fisiologi kedokteran di tanah air.
Tragedi penembakan tersebut terjadi saat Abdulrahman dan rekannya, Adisoemarmo, sedang membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya. Meski pesawat itu menggunakan tanda dan jalur kemanusiaan, pihak Belanda tetap menembaknya dengan dalih “langkah pengamanan militer”. Peristiwa tragis ini memicu kecaman internasional dan semakin menyatukan tekad rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Abdulrahman Saleh. Namanya juga diabadikan sebagai nama bandara militer di Malang, Bandar Udara Abdulrachman Saleh.