BBPJN Sumsel intensif rehabilitasi jalan nasional di Palembang
Guna meningkatkan kualitas layanan infrastruktur jalan nasional, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III terus melakukan berbagai kegiatan rehabilitasi dan preservasi jalan serta jembatan di Kota Palembang.
Elshinta.com - Guna meningkatkan kualitas layanan infrastruktur jalan nasional, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III terus melakukan berbagai kegiatan rehabilitasi dan preservasi jalan serta jembatan di Kota Palembang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemeliharaan rutin yang tidak hanya bertujuan untuk menjaga umur infrastruktur dan fungsinya, tetapi juga mempercantik tampilan kota dan menjamin keselamatan para pengguna jalan.
“Salah satu lokasi yang sudah kami tangani adalah jembatan flyover simpang Polda Sumsel. Kami lakukan pembersihan dan pengecatan ulang agar umur struktur lebih panjang dan tampilannya lebih estetis,” ujar Kepala Satker PJN Wilayah III BBPJN Sumsel, Nugraha, Selasa (12/8/2025).
BBPJN Sumsel juga mulai menggarap paket preservasi jalan nasional dalam Kota Palembang yang dikontrakkan pada Juli 2025 lalu.
Ruas-ruas yang masuk dalam prioritas antara lain:
* Jalan Jenderal Sudirman (depan Makodam II/Sriwijaya)
* Depan Korem 044/Gapo
* Kawasan Bundaran Ampera
* Jembatan di Simpang Dekranasda Jakabaring
Kegiatan preservasi ini menggunakan metode inlay, yaitu pengupasan lapisan aspal lama sebelum diganti dengan pelapisan baru. Metode ini memakan waktu lebih lama dibanding overlay, namun dinilai penting agar elevasi jalan tetap sesuai dengan trotoar dan median yang sudah ada.
“Kami memang pilih metode inlay untuk menjaga keselarasan tinggi permukaan jalan dengan fasilitas sekitarnya. Ini penting untuk keamanan pengendara,” jelasnya.
Salah satu lokasi yang sudah dalam proses penanganan adalah jembatan di atas Jakabaring dan kawasan Simpang Dekranasda. Di titik ini, BBPJN melakukan pengupasan aspal (milling) dan langsung dilanjutkan pelapisan ulang maksimal satu hari setelahnya.
“Setelah pengupasan, kami usahakan H+1 langsung ditutup kembali dengan aspal baru. Ini mencegah kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang rawan tergelincir,” imbuhnya.
Meski begitu, masih ada beberapa titik yang belum selesai sepenuhnya, seperti di Jalan Jenderal Sudirman, di mana perbedaan ketinggian aspal lama dan baru masih terlihat. Namun pihak pelaksana telah melakukan penanganan pengamanan sementara.
“Kami pastikan pelapisan ulang segera dilakukan. Kami berkomitmen menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” tegas Nugraha seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara.
BBPJN Sumsel bukan sekadar melakukan perbaikan jalan, tapi juga bagian dari upaya menjaga fungsi vital infrastruktur nasional di pusat kota Palembang.
Diharapkan melalui penanganan ini juga membawa dampak visual dan lingkungan — mempercantik tampilan kota sekaligus memperkuat citra jalan nasional sebagai jalan yang aman, nyaman, dan layak pakai.