Peserta Ekspedisi Patriot termuda simbol keberlanjutan transmigrasi
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyatakan kehadiran anggota dan ketua Tim Ekspedisi Patriot termuda dalam penyelenggaraan perdana salah satu program unggulan kementerian tersebut pada tahun ini merupakan simbol keberlanjutan pembangunan kawasan transmigrasi.
Elshinta.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyatakan kehadiran anggota dan ketua Tim Ekspedisi Patriot termuda dalam penyelenggaraan perdana salah satu program unggulan kementerian tersebut pada tahun ini merupakan simbol keberlanjutan pembangunan kawasan transmigrasi.
Mahasiswi asal Universitas Musamus, Papua, Bonaventura Remalia Putri Pipina (19) menjadi anggota ekspedisi termuda tahun ini, sementara magister Institut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Jawa Timur, Caesaryo Arif Wibowo (24), menjadi ketua tim ekspedisi termuda.
“Peserta termuda Tim Ekspedisi Patriot adalah simbol bahwa keberlanjutan pembangunan transmigrasi bergantung pada regenerasi,” ucap Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrans Velix Vernando Wanggai, di Jakarta, Senin (18/8).
Ia menuturkan Ekspedisi Patriot merupakan salah satu program strategis Kementrans yang menugaskan peneliti muda untuk terjun ke daerah transmigrasi untuk mengkaji potensi sumber daya, mengidentifikasi komoditas unggulan, dan merumuskan strategi pengembangan kawasan.
Ia mengatakan program yang dimulai pada tahun ini di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk menjadikan transmigrasi sebagai motor pembangunan berbasis pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Velix menyatakan para peneliti akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia yang memiliki potensi pertanian, perkebunan, perikanan, maupun industri pengolahan.
Pihaknya menegaskan bahwa transmigrasi kini bukan hanya pemindahan penduduk, melainkan strategi penciptaan pusat ekonomi baru yang terintegrasi dengan pembangunan nasional.
Ia menilai partisipasi generasi muda, khususnya mahasiswa, menjadi kunci untuk melahirkan gagasan segar dan inovasi di lapangan.
Hasil penelitian Tim Ekspedisi Patriot akan menjadi bahan dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan hilirisasi, industrialisasi, dan investasi di kawasan transmigrasi.
Kementrans berharap melalui program tersebut kawasan transmigrasi akan berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang berdaya saing.
“Dengan kolaborasi lintas generasi, kita bisa merancang pemetaan potensi, menarik investasi, hingga menyiapkan industrialisasi yang menopang ekonomi transmigrasi dalam jangka panjang,” imbuh Velix Vernando Wanggai.