Kemenkes memperkuat keselamatan pasien ibu dan bayi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmen memperkuat keselamatan pasien, khususnya ibu dan bayi, seiring dengan peringatan World Patient Safety Day (WPSD) 2025. Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya dalam kegiatan WPSD 2025 di Jakarta, Selasa, mengatakan keselamatan pasien merupakan inti pelayanan kesehatan.

Update: 2025-08-19 10:45 GMT
Tangkapan layar Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya dalam kegiatan WPSD 2025 di Jakarta, Selasa (19/8/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmen memperkuat keselamatan pasien, khususnya ibu dan bayi, seiring dengan peringatan World Patient Safety Day (WPSD) 2025. Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya dalam kegiatan WPSD 2025 di Jakarta, Selasa, mengatakan keselamatan pasien merupakan inti pelayanan kesehatan.

Ia menyebut tema global peringatan WPSD tahun ini, “Safe care for every newborn and every child”, relevan dengan agenda nasional.

"Sejak lahir, patient safety harus sudah diperhatikan demi keselamatan rakyat kita," katanya.

Ia mengatakan hampir 99 persen layanan di rumah sakit berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Oleh karena itu, ucap dia, mutu pelayanan tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi. Sebagai langkah inovatif, Kemenkes berencana membuat semacam sistem kompetisi antar-rumah sakit untuk menilai mutu pelayanan berdasarkan luaran nyata.

Ia mencontohkan rumah sakit rujukan utama akan dievaluasi dari tingkat kelangsungan hidup bayi dengan berat lahir sangat rendah.

"Kita akan lihat, apakah RSCM (Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta) lebih baik dari RSHS (Rumah Sakit Umum Pusat dr Hasan Sadikin Bandung) atau Sardjito (Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta)," katanya.

Menurut Azhar, perubahan orientasi ini penting agar mutu layanan tidak hanya sebatas indikator administratif, tetapi berdampak langsung pada pasien. Sebab, kata dia, pemerintah menilai fokus pada keselamatan ibu dan bayi menjadi kebutuhan mendesak. Hingga saat ini, angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara ASEAN dan hanya lebih baik dari Laos dan Myanmar.

Oleh karena itu, ia menekankan WPSD 2025 menjadi kesempatan strategis memperkuat tata kelola mutu rumah sakit. Ia menyebut transformasi kesehatan yang dicanangkan pemerintah mencakup keterlibatan semua pihak, mulai dari fasilitas kesehatan pemerintah hingga rumah sakit swasta.

"Maka, kami melihat bahwa pelaksanaan World Patient Safety Day tahun 2025 ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola mutu dan keselamatan bayi dan anak, serta untuk membangun sistem pelayanan keselamatan yang lebih adil, aman, dan berpusat pada pasien sejak dari mereka lahir," demikian Azhar Jaya.

Tags:    

Similar News