Kemenkes minta masyarakat terapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk benar-benar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah infeksi berbagai penyakit, seperti campak.

Update: 2025-08-26 14:29 GMT
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk benar-benar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah infeksi berbagai penyakit, seperti campak.

“Kami mengimbau kita semua untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, karena kita tahu bahwa penyakit campak ini sangat menular. Dia ditularkan melalui droplet (percikan cairan dari saluran pernapasan),” kata Direktur Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine dalam konferensi pers mengenai penanganan kejadian luar biasa (KLB) campak, dipantau di Jakarta, Selasa.

Perilaku hidup yang tidak bersih dan sehat, kata Prima, meningkatkan peluang seseorang mudah tertular penyakit campak. Dengan demikian, menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu langkah pencegahan penyakit campak yang penting untuk dilakukan.

Selain penerapan hidup bersih dan sehat, sebelumnya Prima mengungkapkan cara pencegahan infeksi campak lainnya, yakni melalui imunisasi.

Prima menjelaskan Kementerian Kesehatan telah memasukkan imunisasi campak dalam Program Imunisasi Nasional. Dalam program itu, terdapat tiga kali waktu imunisasi yang meliputi usia anak 9 bulan, 18 bulan, dan pada saat berada di kelas 1 sekolah dasar.

Menurut dia, dari tiga kali waktu itu, pemberian imunisasi campak pada anak dilakukan minimal sebanyak dua kali, yakni di usia anak mencapai 9 bulan dan 18 bulan.

Ia menekankan imunisasi tersebut harus dilakukan guna mencegah penyebaran kasus campak pada anak, mengingat saat ini sejumlah provinsi  mengalami kejadian luar biasa campak.

“Memang perlu diberikan imunisasi agar secara aktif anak itu membentuk sendiri antibodi terhadap campak,” kata dia.

Per 24 Agustus 2025, ujar Prima, Kemenkes mencatat terdapat 46 kejadian luar biasa campak di 42 kabupaten/kota di 14 provinsi.

Salah satu kabupaten yang tengah mengalami KLB campak itu adalah Sumenep. Prima menyampaikan hingga 24 Agustus 2025, terdapat 2.139 kasus suspek atau dugaan campak di kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura itu. Dari dua ribuan kasus suspek itu, terdapat 205 kasus positif dengan angka kematian mencapai 17 kematian.

Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular dan ditandai dengan ruam kulit di seluruh tubuh dan gejala seperti flu yang disebabkan oleh virus rubella.

Tags:    

Similar News