Tiga daerah Sulsel olah sampah jadi listrik lewat PSEL
Makassar, Gowa, dan Maros olah 1.000 ton sampah per hari jadi energi listrik hingga 25 MW
Antara
Ratusan hingga ribuan ton sampah dari tiga daerah di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros, akan diolah menjadi energi listrik melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Program ini resmi dimulai melalui penandatanganan kerja sama lintas daerah yang disaksikan oleh Hanif Faisol Nurofiq dan Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar.
Menurut Hanif, timbunan sampah dari ketiga wilayah tersebut mencapai hampir 2.000 ton per hari. Oleh karena itu, solusi cepat yang diambil adalah pemanfaatan teknologi waste to energy yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109.
Fasilitas PSEL ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah setiap hari. Rinciannya, Kota Makassar menyumbang sekitar 800 ton, Kabupaten Gowa 150 ton, dan Kabupaten Maros 50 ton per hari.
Dari jumlah tersebut, listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai 20 hingga 25 MegaWatt, tergantung pada kualitas sampah yang diolah.
Meski demikian, kapasitas pengangkutan sampah di Makassar saat ini baru mencapai sekitar 67 persen, sehingga perlu peningkatan agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal.
Hanif juga menyebut bahwa proyek ini merupakan bagian dari arahan Prabowo Subianto yang menyoroti kondisi darurat sampah, terutama karena banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah berusia rata-rata 17 tahun.
Program PSEL diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah hingga 20 persen setiap harinya, sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah di perkotaan.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa kerja sama ini menggunakan pendekatan aglomerasi antarwilayah, sehingga penanganan sampah tidak dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi.

