Top
Begin typing your search above and press return to search.

Budaya Lebaran Topat gerakkn ekonomi warga di Lombok Tengah

Bupati Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Pathul Bahri mengatakan perayaan budaya Lebaran Topat atau Ketupat 1446 Hijriah/2025 Masehi, yang dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah setempat.

Budaya Lebaran Topat gerakkn ekonomi warga di Lombok Tengah
X
Bupati Lombok Tengah, Provinsi NTB Lalu Pathul Bahri (Tengah) saat menghadiri acara perayaan tradisi budaya Lebaran Topat yang dilaksanakan seminggu setelah Idul Fitri 1446 hijriah di Lombok Tengah, Senin (07/04/2025) (ANTARA/Akhyar Rosidi)

Elshinta.com - Bupati Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Pathul Bahri mengatakan perayaan budaya Lebaran Topat atau Ketupat 1446 Hijriah/2025 Masehi, yang dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah setempat.

"Budaya itu bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk perayaan Lebaran Topat ini," kata Lalu Pathul Bahri saat kegiatan perayaan Lebaran Topat di halaman kantor Bupati Lombok Tengah, Senin.

Oleh karena itu, tradisi yang ada di Lombok Tengah harus tetap dilestarikan, baik dengan melibatkan para budayawan maupun masyarakat serta pemerintah daerah.

"Melestarikan budaya kepada generasi penerus bangsa itu penting dipikirkan dan dilaksanakan agar mereka mengenal arti budaya yang ada," katanya.

Ia mencontohkan pada perayaan Lebaran Topat ini masyarakat memasak berbagai macam menu makanan, baik yang berbahan beras, daging ayam, daging sapi, ikan dan telur, serta sayuran lainnya.

"Semua bahan makanan yang disajikan pada Lebaran Topat itu produk masyarakat, sehingga budaya itu merupakan perputaran ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan tradisi Lebaran Topat ini merupakan wujud syukur, setelah warga berpuasa sunah di bulan Syawal selama enam hari dan budaya ini harus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat yang religius.

"Budaya itu bisa memberikan dampak yang cukup luas, sehingga dalam membangun Lombok Tengah harus dari segala sisi, tanpa melihat suku, agama dan ras," katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengeluarkan kebijakan setiap tanggal 15, semua aparatur sipil negara (ASN) mengenakan baju Adat Sasak sebagai pakaian kerja.

"Hal itu dilakukan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, karena perajin tenun di Lombok Tengah cukup banyak dan hasil produksi mereka sangat bagus," katanya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire