Menekraf nilai inovasi teknologi ekraf bantu peradaban Indonesia
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai ekonomi kreatif yang berbasis teknologi dan inovasi mampu membantu peradaban Indonesia supaya bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan global dan disrupsi teknologi.

Elshinta.com - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai ekonomi kreatif yang berbasis teknologi dan inovasi mampu membantu peradaban Indonesia supaya bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan global dan disrupsi teknologi.
"Dalam konteks menjaga peradaban, ekonomi kreatif diharapkan bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi melalui Asta Cita Presiden Prabowo, ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi utama untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Menteri Ekraf dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.
Menteri Riefky yang hadir dalam acara pidato Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang masa depan peradaban dunia menegaskan Kemenekraf memiliki peran strategis di sektor kreatif dalam menghadapi tantangan peradaban global. Ia mengatakan ekonomi kreatif mampu mendorong inovasi dan kewirausahaan bagi generasi muda sehingga Indonesia yang beraneka ragam punya daya saing di pasar global.
Kementerian Ekraf punya peran penting dalam menciptakan ekosistem yang kondusif, memberikan pelatihan, dan memastikan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual bagi pegiat ekonomi kreatif yang masih mengalami krisis identitas kolektif.
“Ekonomi kreatif senantiasa menjadi kunci untuk menjawab tantangan global sebab tiap 17 subsektor ekraf yang ada bisa mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan mempromosikan potensi dari tiap daerah,” ungkap Riefky.
Sementara itu, melalui Pidato Peradaban World Disorder and The Future of Our Civilization, mantan Presiden SBY menyampaikan kajian peradaban sebagai ruang reflektif demi membangun arah masa depan bangsa yang lebih beradab. SBY mengungkapkan kondisi peradaban global dan peluang abad ke-21 di tengah kecanggihan teknologi dan keterhubungan global yang semakin intens. Dia meyakini bahwa tanpa demokrasi yang sehat, keadilan tidak akan hadir.
Menurutnya ada 4 arus besar peradaban dunia yang berdampak langsung terhadap Indonesia yakni globalisasi ekonomi, teknologi informasi dan komunikasi, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, serta pergeseran nilai dan budaya. SBY juga menyoroti tantangan krisis iklim dan menegaskan perlu kerja sama global sehingga tidak ada ketimpangan, potensi konflik, serta kerapuhan struktur tata kelola global.
"Melalui ekonomi yang inklusif, pajak yang lebih adil, pendidikan dan akses digital yang merata, maka kita bisa mengubah semua menjadi kekuatan baru dalam peradaban bangsa. Generasi muda Indonesia yang tumbuh juga harus berhadapan dengan banjir informasi, tantangan identitas, dan krisis makna. Di sinilah pentingnya pendidikan karakter, spiritualitas, dan nilai kebangsaan dalam membentuk arah peradaban masa depan,” ucap SBY.