BMKG: Dinamika atmosfer warnai cuaca Malut sepekan

Update: 2026-02-23 05:30 GMT

BMKG keluarkan rilis potensi hujan di Malut sepekan ke depan. ANTARA/HO-BMKG

Elshinta Peduli

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate memprakirakan cuaca di wilayah Maluku Utara (Malut) dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi dinamika atmosfer.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Marini Zahrina di Ternate, Senin, menjelaskan bahwa hingga periode 23 Februari sampai 1 Maret 2026 sejumlah fenomena atmosfer terpantau aktif dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Secara global, indeks ENSO di wilayah Nino 3,4 terpantau kurang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pola konvektif. Namun demikian, nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang terpantau positif serta aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di fase dua turut berperan dalam meningkatkan aktivitas konvektif di kawasan timur Indonesia, termasuk di Malut.

“Nilai SOI yang positif dan aktifnya MJO fase dua memberikan dukungan terhadap pembentukan awan-awan hujan, terutama di wilayah timur Indonesia,” jelas Marini.

Sementara itu, secara regional terpantau adanya belokan dan perlambatan angin di atas wilayah Malut. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara yang berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan konvektif dengan intensitas yang bervariasi.

Berdasarkan analisis tersebut, secara umum kondisi cuaca di Malut selama periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026 diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Elshinta Peduli

Meski demikian, masyarakat perlu mewaspadai potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang yang terjadi secara fluktuatif, baik pada pagi, siang/sore, malam maupun dini hari.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode tertentu.

Oleh karena itu BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut.

Dampak yang mungkin terjadi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, hingga angin kencang.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News