BMKG ingatkan potensi banjir rob saat libur Lebaran di NTB

Update: 2026-03-17 06:50 GMT

Sejumlah pegawai pemerintahan bergotong royong membuat tanggul dari karung pasir guna mencegah dampak banjir rob dan abrasi di pesisir pantai kawasan kampung nelayan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram menyebutkan sebanyak 18 rumah nelayan yang ditempati 100 jiwa mengalami rusak berat akibat gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter pada Kamis (22/1/2026). ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama/sgd/foc.

Indomie

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob yang dapat menggenangi kawasan pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 17 sampai 27 Maret 2026 atau saat libur Lebaran.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi mengatakan banjir rob disebabkan oleh fenomena pasang maksimum air laut yang berkaitan dengan fase bulan baru.

"Tinggi pasang air laut maksimum sekitar 1,9 meter di sejumlah perairan NTB dengan waktu pasang terjadi pada siang hingga dini hari," ujarnya di Mataram, Selasa.

Satria mengemukakan banjir rob tersebut berpotensi menimbulkan genangan air laut di sejumlah kawasan pesisir, terutama wilayah yang memiliki elevasi rendah.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah daerah yang berpotensi terdampak adalah kawasan pesisir di Pulau Lombok, seperti Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Adapun wilayah pesisir di Pulau Sumbawa yang berpeluang digenangi air laut meliputi Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

"Kami mengimbau masyarakat pesisir yang masuk dalam daerah berpotensi rob untuk selalu meningkatkan kewaspadaan," kata Satria.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa peringatan banjir rob menjadi penting mengingat Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, serta 401 pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Saat arus mudik dan libur Lebaran, kata Satria, aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat untuk berwisata seringkali bergantung kepada wilayah pesisir.

"Pantau terus perkembangan informasi kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi dampak fenomena banjir rob," katanya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News