BNNK Cianjur: Wilayah selatan rawan penyelundupan narkoba

Update: 2026-01-30 01:20 GMT

Kepala Badan Narkotikan Nasional Kabupaten Cianjur, Jawa Barat M Affan Eko. ANTARA/Ahmad Fikri.

Elshinta Peduli

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan wilayah selatan Cianjur menjadi zona merah peredaran dan penyelundupan narkoba jaringan internasional setelah dilakukan pemetaan bersama Badan Narkotika Nasional.

Kepala BNNK Cianjur M Affan Eko di Cianjur, Kamis, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan bersama beberapa pihak terkait tentang wilayah rawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba terutama di pesisir pantai selatan.

Dia menjelaskan wilayah utara masuk dalam zona peredaran narkoba berbagai jenis karena wilayah tersebut merupakan jalur perlintasan atau perbatasan dengan kabupaten/kota lain termasuk Jabodetabek.

"Cianjur masuk dalam zona merah peredaran dan penyelundupan narkoba jaringan internasional mulai dari utara hingga selatan yang sangat luas sehingga cukup sulit untuk diungkap, karena para pelaku sering menggunakan jalur tikus atau jalur ilegal," katanya.

Dia menjelaskan hasil rapat bersama dengan BNN RI dan pihak terkait, menemukan para pelaku penyelundupan narkoba jaringan internasional sering menggunakan jalur laut secara ilegal, hingga memasuki wilayah selatan seperti Cianjur dan Sukabumi serta beberapa wilayah lainnya.

Sehingga pengawasan dan patroli bersama kerap dilakukan guna mempersempit ruang gerak para pelaku terutama di pesisir pantai selatan, meski belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan personel.

Elshinta Peduli

"Keterbatasan personel dengan luasnya wilayah yang menjadi perhatian, membuat kami melakukan koordinasi dengan institusi kepolisian, TNI AL dan Badan Keamanan Laut (Bakamla)," katanya.

Sehingga pihaknya berharap keterlibatan berbagai lapisan masyarakat guna membantu pengawasan terutama di pantai selatan Cianjur dengan melaporkan setiap kegiatan yang mencurigakan di perairan atau pantai selatan.

Termasuk menggencarkan program keterlibatan masyarakat sebagai kunci dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing dalam menghadapi ancaman narkoba di seluruh wilayah Cianjur mulai dari utara sampai selatan.

"Sepanjang Tahun 2025 BNNK Cianjur telah melaksanakan bimbingan teknis dan workshop Penggiat P4GN kepada para penghulu serta Human Resource Development (HRD) perusahaan swasta di Cianjur," katanya.

Bahkan pihaknya mengembangkan program penguatan kawasan wilayah rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui pemberdayaan kelembagaan ekonomi masyarakat serta pelatihan vokasional salah satunya pelatihan barista Kopi di Kecamatan Cipanas.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News