Jaksel pasang kayu dolken untuk tangani longsor di Tebet
Suasana rumah yang rusak terdampak longsor di bantaran Sungai Ciliwung, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026). Sebanyak enam rumah di bantaran Sungai Ciliwung tersebut amblas akibat longsor pada Sabtu (7/3) yang disebabkan intensitas hujan tinggi serta tergerusnya pondasi rumah oleh aliran sungai. ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya/bay/wsj.
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan memasang kayu dolken untuk menangani enam kontrakan longsor di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Jalan X, RT 06/10, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, yang terjadi pada Jumat (6/3).
"Penanganan sementara kami hanya memasang kayu dolken," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan Junjung Paulus saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, panjang kayu dolken yang dipasang menyesuaikan ukuran tanah untuk menghindari longsor susulan. "Dolken yang dilakukan sepanjang yang longsor," ucapnya.
Sementara, Ketua RT 06/10, Kelurahan Kebon Baru, Irma mengatakan, keenam kontrakan tersebut telah lama dikosongkan oleh para penyewa dan pemilik karena kondisi tanah di sekitar bantaran sungai dinilai rawan longsor.
"Akibat longsor yang terjadi pada Jumat (6/3) lalu, ada enam kontrakan yang hancur karena memang lokasinya di bibir kali dan tanahnya sudah turun hingga akhirnya ditinggalkan," ujarnya.
Irma menjelaskan, para penghuni kontrakan telah pindah hampir satu tahun lalu setelah merasakan tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar bangunan.
"Pas kejadian longsor memang sudah tidak ada orang. Saat hujan deras dan debit air Kali Ciliwung meningkat, pondasi rumah tergerus air sehingga bangunannya runtuh," ucapnya.
Sementara itu, Camat Tebet, Putut Puji Linangkung menambahkan pihaknya sudah melakukan sosialisasi di kawasan itu terkait rencana pembebasan lahan di bantaran Kali Ciliwung kepada warga setempat.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi potensi banjir dan risiko longsor di kawasan tersebut.
"Kami sudah melakukan sosialisasi sejak 2023, kemudian dilanjutkan pada 2024 dan 2025," ucap Putut.
Pembebasan lahan dilakukan secara bertahap setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelesaikan pembebasan rumah warga di wilayah Rawajati, Kecamatan Pancoran.
"Data jumlah warga yang terdampak rencana normalisasi Kali Ciliwung di RW 10, Kelurahan Kebon Baru tercatat sebanyak 396 bidang. Sementara, untuk RW 11 dan RW 14 masih menunggu pendataan lebih lanjut," ucapnya.


