Kementrans gandeng 10 PTN, kembangkan program Transmigrasi Patriot

Update: 2026-01-19 06:10 GMT

Foto : Humas Kementrans

Elshinta Peduli

Kementerian Transmigrasi bermitra dengan 10 perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Indonesia untuk mengembangkan keberlanjutan program Transmigrasi Patriot. Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, konsolidasi ini dilakukan untuk mengembangkan Transmigrasi Patriot ke dalam dua program besar.

“Kami melakukan konsolidasi untuk mendiskusikan keberlanjutan program ‘Transmigrasi Patriot’ yang insyaallah tahun ini akan dikembangkan dalam bentuk dua program besar. Satu adalah ‘Ekspedisi Patriot’ dan yang kedua adalah ‘Beasiswa Patriot’,” ujar Menteri Iftitah usai rapat konsoliadasi oleh sejumlah akademisi perguruan tinggi di Hotel Grand Marcue Jakarta, Minggu (18/1)

Melalui Ekspedisi Patriot, Kementerian Transmigrasi akan menurunkan mahasiswa dan akademisi dari kampus-kampus unggulan untuk terjun langsung ke 154 kawasan transmigrasi.


Program ini terdiri dari dua skema

Pertama, Ekspedisi Patriot Bakti Transmigrasi, yang fokus pada pengabdian masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur dasar, pendampingan pertanian, pengendalian hama, pengembangan pariwisata, hingga pemetaan potensi pertambangan sesuai karakter wilayah.

“Tahun lalu kami menghasilkan 400 output riset dan pemetaan potensi ekonomi. Tahun ini, pengabdiannya akan jauh lebih konkret,” ujar Iftitah.

Skema kedua yakni Ekspedisi Patriot Investasi Transmigrasi, yang diarahkan untuk mendorong pengembangan ekonomi berskala besar di kawasan yang telah memiliki potensi kuat.

Beberapa wilayah yang disebut antara lain Rempang-Galang untuk kawasan industri, perikanan, dan kelautan; Mamuju dan Kalukku di Sulawesi Barat serta kawasan transmigrasi Maluku untuk pengembangan mineral strategis dan logam tanah jarang; serta Merauke untuk sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Elshinta Peduli

Program kedua adalah Beasiswa Patriot, yang akan mendirikan Kampus Patriot di tiga wilayah potensial, salah satunya Merauke. Melalui program ini, pemerintah ingin menjembatani kebutuhan masyarakat lokal dengan dunia pendidikan tinggi, agar masyarakat setempat mendapat manfaat langsung dari investasi dan pembangunan ekonomi.

“Kuota awal sekitar 1.000 penerima beasiswa, dengan potensi penambahan menjadi sekitar 1.100. Sementara peserta Ekspedisi Patriot sekitar 1.000 hingga 1.500 orang,” kata Iftitah.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, John Gluba Gebze, menyambut baik langkah tersebut dan menilai transmigrasi memiliki peran strategis dalam percepatan pembangunan Papua.

“Para tenaga pionir yang dikirim pemerintah telah mengubah kawasan tertinggal menjadi embrio kota-kota mandiri dan pusat ekonomi baru,” ujarnya.

Menurut John, pengalaman para transmigran turut mendorong penetapan Kabupaten Merauke sebagai pusat Proyek Strategis Nasional (PSN) Pangan.

“Merauke kini sudah swasembada beras dan buah-buahan. Ini contoh keberhasilan nilai tambah dari sektor transmigrasi dan pertanian bagi Papua,” katanya.

Diketahui Sepuluh kampus tersebut antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

Rizki Rian Saputra

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News