Komnas HAM sebut kekerasan ke Andrie Yunus upaya intimidasi

Update: 2026-03-15 09:40 GMT

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama mantan penyidik KPK Novel Baswedan berbincang dengan keluarga aktivis Kontras Andrie Yunus di RSCM, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Kedatangan Anies Baswedan dan Novel Baswedan itu untuk menjenguk dan memberikan dukungan moral kepada Andrie Yunus yang tengah menjalani perawatan usai mengalami teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam. ANTARA FOTO/Salma Talita/hma/tom.

Indomie

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memandang peristiwa kekerasan terhadap aktivis HAM Andrie Yunus sebagai bentuk teror, intimidasi, dan pembungkaman atas sikap kritis masyarakat sipil yang dijamin dan dilindungi oleh konstitusi dan berbagai peraturan perundangan lainnya.

"Kami memandang bahwa ancaman terhadap pembela HAM merupakan ancaman terhadap seluruh entitas pekerja HAM termasuk perempuan pembela HAM yang bekerja pada sektor dan lingkup yang kerap berdampak terhadap perempuan," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Dahlia Madanih saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, hingga peristiwa penyerangan terjadi, korban konsisten melakukan serangkaian advokasi kebijakan dan advokasi pembelaan HAM di antaranya Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang juga berdampak terhadap kehidupan perempuan.

Sementara Anggota Komnas Perempuan Rr Sri Agustini menambahkan bahwa Komnas Perempuan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dalang di balik peristiwa tersebut, dan mengambil langkah hukum terhadap pelaku sesuai dengan ketentuan undang-undang.

"Ancaman, teror, dan penyerangan dalam bentuk apapun terhadap aktivis HAM merupakan tindakan pelanggaran hukum, karenanya aparat penegak hukum harus sesegera mungkin mengambil tindakan tegas dengan mengusut dalang di balik peristiwa tersebut, dan mengambil langkah hukum terhadap pelaku sesuai dengan ketentuan undang-undang," kata Sri Agustini.

Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras hingga mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

Elshinta Peduli

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.

Korban pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 23.37 WIB tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News