Operasi modifikasi cuaca di Riau telah semai 35 ton garam

Update: 2026-03-15 10:30 GMT

Persiapan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Provinsi Riau dengan menyemai 1 ton garam untuk satu kali perjalanan. ANTARA/HO-Pemprov Riau

Indomie

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap pertama di Provinsi Riau telah rampung dengan menyemai sekitar 35 ton garam (NaCl) ke awan potensial hujan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Jim Ghafur, di Pekanbaru, Minggu, mengatakan modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu pengendalian karhutla.

Menurutnya, kondisi cuaca panas, angin yang cukup kencang, serta karakteristik lahan gambut di Riau membuat api mudah menjalar dan sulit dipadamkan tanpa dukungan hujan.

“Modifikasi cuaca ini sangat membantu, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat,” kata Jim.

Dia mengatakan program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Upaya ini diharapkan mampu membantu proses pemadaman kebakaran.

Pemprov Riau bersama pemerintah pusat, lanjutnya, juga telah merencanakan operasi modifikasi cuaca tahap kedua pada April mendatang. Namun demikian, Pemprov Riau berharap pelaksanaan tahap lanjutan tersebut dapat dipercepat, mengingat kondisi karhutla di sejumlah wilayah mulai meluas.

Hingga saat ini, sejumlah daerah di Riau telah mengalami kebakaran hutan dan lahan, yakni Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, dan Bengkalis.

Di Kabupaten Kampar, tim gabungan masih terus melakukan pemadaman agar api tidak meluas, mengingat lokasinya cukup dekat dengan permukiman warga.

Selain itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Tanah Putih di Rohil serta di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News