KPPPA: Kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat harus diperkuat

Update: 2026-02-23 10:20 GMT

Ilustrasi: kampanye stop kekerasan pada anak dan perempuan. ANTARA/HO-Arsip

Indomie

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyampaikan perlunya penguatan peran kelompok-kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat untuk mencegah dan menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak.

"Peran kelompok-kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat perlu kita perkuat kembali untuk terus melakukan edukasi di masyarakat melalui berbagai saluran yang ada di masyarakat, seperti PKK, kegiatan dan kelompok-kelompok keagamaan, RT/RW, serta untuk bisa merespons dengan merujuk ke fasilitas layanan terdekat bila ditemukan adanya korban kekerasan pada anak." kata Plt Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen-PPPA, Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Hal ini dikatakannya menanggapi kasus meninggalnya seorang anak laki-laki yang diduga karena mengalami penganiayaan berat oleh ibu tiri di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan kekerasan dengan melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Laporan dapat disampaikan melalui SAPA 129 atau WhatsApp 08111-129-129 atau situs https://laporsapa129.kemenpppa.go.id," kata Indra Gunawan.

KemenPPPA mengecam perbuatan ibu tiri yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak hingga berujung meninggal dunia tersebut.

Menurut dia, keluarga seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk merasa aman dan nyaman, sehingga mereka bisa tumbuh secara optimal.

"Keluarga tentu harus menjadi tempat yang diharapkan anak-anak untuk merasa aman dan nyaman, sehingga bisa tumbuh secara optimal," kata Indra Gunawan.

Elshinta Peduli

Sebelumnya, seorang anak laki-laki (12) meninggal dunia diduga karena dianiaya oleh ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Korban meninggal dengan luka lebam dan luka bakar pada tubuhnya.

Korban sehari-harinya tinggal di pesantren. Namun, saat kejadian, korban sedang libur untuk persiapan awal puasa bersama keluarga.

Ketika itu, ayah korban yang tengah bekerja di Kota Sukabumi, ditelpon istrinya yang memintanya segera pulang dengan alasan korban jatuh sakit.

Setibanya ayah korban pulang ke rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS tersebut.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News