Mensos sebut Sekolah Rakyat efektif entaskan kemiskinan

Update: 2026-01-11 12:30 GMT

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan terkait Program Sekolah Rakyar selepas meninjau persiapan acara peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan yang akan digelar terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Elshinta Peduli

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan Program Sekolah Rakyat merupakan model pengentasan kemiskinan terpadu yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dengan pendidikan sebagai pintu masuk utama.

Dalam konferensi selepas meninjau persiapan peresmian Sekolah Rakyat rintisan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu, Mensos Saifullah mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

“Besok yang diundang itu bukan hanya siswa, tetapi juga orang tua siswa. Karena Sekolah Rakyat adalah bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas, sekaligus menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.

Menurut dia, konsep Sekolah Rakyat mengintegrasikan pendidikan anak dengan pemberdayaan keluarga agar dampaknya berkelanjutan. “Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas. Pendekatannya memang pengentasan kemiskinan,” cetus Mensos.

Dalam pelaksanaannya Sekolah Rakyat menjadi episentrum berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, antara lain Program Tiga Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JKN, serta bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Program tersebut dinilai krusial menyusul data yang dipaparkan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo dalam kesempatan berbeda, diketahui data terakhir masih 8,57 persen atau sekitar 24 juta penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Elshinta Peduli

Bahkan 1,13 persen atau sekitar 3,17 juta penduduk masuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Rumah dari siswa nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial sesuai periode tertentu, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” ujarnya.

Melalui Sekolah Rakyat, kata dia, Presiden ingin menyiapkan anak-anak dari keluarga tidak mampu agar memiliki kapasitas dan daya saing untuk berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos), hingga 2025 telah dibangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan dengan kapasitas sekitar 16.000 siswa yang didukung 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Pemerintah dijadwalkan peresmian ratusan Sekolah Rakyat rintisan itu secara resmi pada Senin 12 Januari 2026 yang digelar secara terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News