Monitoring ketersediaan dan distribusi energi di tengah konflik Iran, Pertamina Patra Niaga: Stok Jawa Timur senantiasa kita jaga

Update: 2026-04-07 04:10 GMT

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak melakukan monitoring ketersediaan dan distribusi energi di pangkalan LPG.

Indomie

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bersama Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak melakukan monitoring ketersediaan dan distribusi energi di pangkalan LPG Muh. Nur Komari, Jl. Jemursari II No. 74 Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/4).

Mengusung Gerakan Bijak Menggunakan Energi Jawa Timur, kepada pemilik pangkalan dan masyarakat sekitar, Emil menjelaskan arti bijak di sini yaitu adanya kewajaran dalam penggunaan energi itu sendiri, termasuk bijak dengan tidak membuat asumsi akibat perang di Timur Tengah.

"Kita tidak disuruh tiba-tiba merubah pola hidup, tetapi menggunakannya dengan parameter yang bijak. Jangan karena mendengar rame-rame di Timur Tengah lalu tidak mengecek fakta di pangkalan (LPG) seperti apa dan membuat asumsi yang kemudian menularkan paniknya, hingga kita kesulitan menghindari panic buying" kata Emil.

Sebagaimana diketahui, konflik di Timur Tengah masih terus berlangsung hingga mengancam ketersediaan energi secara Nasional. Untuk itu kedisiplinan penyaluran stok energi (LPG) yang ada akan terus dikawal, termasuk dengan memastikan pelaku UMKM bisa mengakses dengan mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Sebelum ada gonjang-ganjing Iran, tugas kami memang mengawal kedisiplinan penyaluran (stok). Saat ini juga menjelaskan ke masyarakat bagaimana UMKM sebenarnya bisa mengakses dengan mendaftar NIB. Bahwa di pangkalan harus dipermudah caranya agar pelaku UMKM mau daftar," ungkapnya.

Sementara itu terkait dengan ketersediaan stok energi (LPG) untuk Jawa Timur, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa menekankan senantiasa terjaga. Bahkan jaminan ketersediaan energi juga sama seperti yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dengan ketahanan stok di atas dua hari.

Elshinta Peduli

"Kami sampaikan stok untuk Jawa Timur senantiasa kita jaga. Secara stok nasional tentu saja di atas 20 hari, terdiri dari yang sedang sandar dan yang di Depo. Jadi kadang Pertamina ada di titik terendah ketersediaan energi, tapi stok selalu lebih dari 2-3 hari. Kemudian nanti top up, stok bisa mengarah 16-20 hari termasuk yang dalam perjalanan," kata Iwan.

Di samping itu, Area Manager Comm., Rel, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi juga memastikan ketersediaan energi di Jawa Timur dalam kondisi terjaga, dengan Pemerintah yang juga memastikan harga stabil dan bisa terjangkau di masyarakat, serta peran masyarakat menggunakan energi secara bijak.

"Kami pastikan kondisi energi di Jawa Timur, baik itu BBM, LPG, maupun Avtur untuk maskapai pesawat udara dalam posisi terjaga dan tersedia. Terjaga dalam angka-angka sesuai dengan kebutuhannya masyarakat. Makanya perlu kebijakan masyarakat untuk menggunakan energi secara efisien," pungkas Ahad. (yua)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News