Operasional dapur umum Pekalongan ikuti status kedaruratan
Warga terdampak banjir di Kota Pekalongan terpaksa mengungsi ke lokasi aman yang disediakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan
Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyatakan bahwa durasi operasional dapur umum akan terus dievaluasi dan menyesuaikan status kedaruratan bencana selama masih terdapat pengungsi dan kebutuhan konsumsi belum dapat dipenuhi secara mandiri.
"Prinsipnya, selama masih dibutuhkan dan kondisi belum sepenuhnya normal maka kami siap mengoperasikan dapur umum. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan melayani masyarakat dalam situasi darurat," kata Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekalongan Yos Rosidi di Pekalongan, Selasa.
Menurut dia, dapur umum tersebut mulai kembali beroperasi sejak Jumat (6/2) menyusul meningkatnya jumlah pengungsi akibat terdampak banjir.
Keputusan untuk mengaktifkan kembali dapur umum ini, kata dia, dengan pertimbangan kemanusiaan khususnya karena jumlah pengungsi yang terus bertambah dalam beberapa hari terakhir ini.
"Ya, dapur umum sudah beroperasi lagi. Pertimbangannya karena jumlah pengungsi bertambah banyak saat itu sehingga perlu ada dukungan pemenuhan kebutuhan dasar terutama makanan siap saji berupa nasi bungkus dan lauk pauk," katanya.
Ia mengatakan keberadaan dapur umum ini sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan kebutuhan konsumsi para pengungsi tetap terpenuhi secara layak, aman, dan terkoordinasi.
"Dapur umum ini difokuskan untuk menyiapkan dan mendistribusikan nasi bungkus kepada warga terdampak yang berada di lokasi pengungsian maupun titik-titik tertentu sesuai kebutuhan di lapangan," katanya.
Yos Rosidi mengatakan distribusi makanan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan data pengungsi dan kondisi lapangan yang terus diperbarui agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan merata.
"Distribusi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jumlahnya bisa berubah setiap hari tergantung perkembangan jumlah pengungsi dan kondisi wilayah terdampak," katanya.

