Pemerintah Kota Madiun gelar Festival Imlek 2026
Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun membuka kegiatan pembukaan Festival Imlek 2026 di Kampung Pecinan Madiun Jalan Batanghari, Sabtu (14/2/2026) sore. ANTARA/Louis Rika
Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menggelar kegiatan Festival Imlek Tahun 2026 dalam rangka perayaan menyambut Tahun Baru China sekaligus menggerakkan sektor perekonomian masyarakat wilayah setempat.
"Festival Imlek tahun 2026 berlangsung mulai tanggal 14-17 Februari 2026. Kegiatan ini selain menyambut tradisi Tahun Baru China juga merupakan simbol keharmonisan dan mendongkrak ekonomi masyarakat Kota Madiun," ujar Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun saat kegiatan pembukaan Festival Imlek 2026 di Kampung Pecinan Madiun Jalan Batanghari, Sabtu sore.
Pihaknya sangat mendukung kegiatan tahunan tersebut dan merasa bangga karena warga Tionghoa di Kota Madiun cukup antusias mewujudkannya. Tak hanya warga Tionghoa, namun warga sekitar Kampung Pecinan juga ikut terlibat dan saling mendukung.
Dalam kegiatan tersebut suasana Kampung Pecinan sangat kental terasa. Berbagai hiburan khas Tionghoa dipertunjukkan di ajang tersebut. Seperti, kesenian barongsai, leang leong, dan kuliner.
Kegiatan dibuka dengan kirab barongsai. Sebanyak 25 barongsai dan dua naga leang leong ambil bagian dalam kirab budaya Tionghoa yang diberangkatkan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun dari Balai Kota.
Bagus menilai barongsai bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga simbol keberkahan dan kebersamaan. Ia menyebut, penampilan barongsai di Kota Madiun telah terbukti berprestasi hingga tingkat nasional, sehingga menjadi kebanggaan sekaligus warisan budaya yang harus dijaga dan dirawat.
"Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa barongsai sudah menjadi bagian dari daya tarik kota. Selama ini pusat kegiatan banyak di kawasan PSC, ke depan kita ingin setiap kelurahan memiliki daya tarik masing-masing agar keramaian dan dampak ekonominya lebih merata," katanya.
Melalui kirab barongsai, pemerintah berharap semangat kebersamaan dan optimisme masyarakat terus terjaga, serta seluruh rencana pembangunan kota dapat berjalan sukses sesuai harapan bersama.
Dari 25 barongsai, dibagi menjadi dua tim dengan rute kirab yang berbeda guna memberikan hiburan masyarakat lebih luas. Tim pertama bergerak melalui Jalan Pahlawan – Semeru – Alun-alun – Panglima Sudirman – Jambu – Citandui – Agus Salim – Jalan Kutai dan berakhir di depan Klenteng Madiun.
Sementara tim kedua melintasi Jalan Pahlawan – Cokroaminoto – Musi – Sleko – Agus Salim – Jalan Citandui dan finis di lokasi bazar Kampung Pecinan.
Bagus menambahkan semangat Imlek tahun ini yang mengusung tema Kuda Api dapat dimaknai sebagai simbol kreativitas, kemandirian, dan harapan baru.
Nilai-nilai tersebut diharapkan selaras dengan semangat pembangunan dan transformasi Kota Madiun ke arah yang lebih maju.


