Pemprov DKI kembali gelar pentas Wayang Orang Bharata akhir pekan ini

Update: 2026-03-06 06:20 GMT

Poster acara pentas Wayang Orang Bharata dengan lakon "Bagong Kembar" pada 7 Maret 2026 pukul 20.00 WIB di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta Pusat. ANTARA/Instagram/@disbuddki.

Indomie

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar pentas Wayang Orang Bharata pada 7 Maret 2026 pukul 20.00 WIB di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta Pusat.

Kali ini, pentas Wayang Orang Bharata tampil dengan lakon "Bagong Kembar".

"Pementasan dengan lakon 'Bagong Kembar' merupakan pementasan ketiga di tahun 2026 yang bekerja sama dengan Paguyuban Wayang Orang Bharata," kata

Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Rinaldi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Masyarakat tidak perlu merogoh kocek untuk menonton pementasan tersebut karena tiketnya gratis.

Kuota penonton pementasan Wayang Orang Bharata, yakni sebanyak 220 orang, sebagaimana kapasitas kursi yang tersedia.

"Bagong Kembar" berkisah tentang Raja Kerajaan Goa Siluman bernama Prabu Kala Parungga yang sedang jatuh cinta kepada Candrawati, putri dari Prabu Candrakusuma.

Prabu Kala Parungga berniat menikahi Candarawati. Namun, Dewi Candrawati ternyata akan dinikahkan dengan Bagong.

Dengan bantuan Batara Kala, Prabu Kala Parungga diubah wujudnya menjadi Bagong, yang kemudian diterima kedatangannya di Kerajaan Candra Manggala dan akan menikah dengan wanita pujaannya.

Namun, Bagong yang asli datang dan atas keputusan Prabu Candrakusuma, kedua Bagong (Bagong kembar) harus berperang dan pemenangnya akan menjadi calon suami Candrawati.

Elshinta Peduli

Sebelum "Bagong Kembar", dua pementasan yang telah diadakan sebelumnya tahun ini, yakni "Wisanggeni Lahir" dan "Gatutkaca Tundung".

Rinaldi mengatakan Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata merupakan salah satu gedung pertunjukan seni budaya yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui UP GPSB. Gedung ini dapat digunakan oleh pelaku seni budaya secara umum.

Terkait pementasan Wayang Orang Bharata di gedung kesenian tersebut, terdapat jadwal pementasan rutin yang bekerja sama dengan Paguyuban Wayang Orang Bharata dan diberlakukan tiket secara gratis untuk penonton.

Namun, adakalanya pementasan di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata dilakukan secara mandiri oleh pengguna lain untuk pertunjukan seni budaya melalui skema pemanfaatan Aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak mengganggu penyelenggaraan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sesuai ketentuan yang berlaku.

"Singkatnya, selain pementasan rutin Wayang Orang Bharata, juga terdapat pementasan seni budaya oleh pihak lain yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata, yang memungkinkan pemberlakuan tarif tiket mengacu pada skema kerja sama pemanfaatan aset Pemerintah Provinsi DKI

Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku," terang Rinaldi.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News